Mahasiswa Unri yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Seberang Tembilahan Barat memberikan materi dan praktek cara mengolah limbah kepala menjadi briket dan cocopeat, Selasa (28/7/2026) kepada sejumlah warga dari RT 01 dan 02. (Foto: Istimewa)
INHIL (serangkai.co) – Sebanyak 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 menggelar pelatihan diversifikasi produk briket dan cocopeat bagi masyarakat RT 01 dan 02 di Kelurahan Seberang Tembilahan Barat, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah tempurung dan sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Salah satu mahasiswa Kukerta, Riski Ramadhan yang memahami cara pengolahan limbah kelapa tersebut mengaku mendapatkannya dari perkuliahan dan pengalaman kawannya. Mahasiswa dari Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian ini tidak hanya memberikan materi secara teori saja, tetapi juga praktik langsung.
Ia mengajarkan bagaimana pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif dan cocopeat sebagai media tanam yang memiliki nilai jual. Riski menjelaskan bahwa limbah kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai tambah.
“Briket dan cocopeat merupakan produk yang mudah dibuat dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar masyarakat. Selain membantu mengurangi limbah, produk ini juga memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan apabila dikelola dengan baik,” sebutnya.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan briket, mulai dari persiapan bahan, penghalusan, pencampuran, pencetakan hingga proses pengeringan. Sementara, pada pembuatan cocopeat, masyarakat diajarkan mengolah sabut kelapa menjadi media tanam yang bersih dan siap digunakan untuk sektor pertanian maupun perkebunan.
Ketua RT 01 Kelurahan Seberang Tembilahan Barat, Burhanudin Manaf yang sempat hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik kegiatan anak-anak Kukerta. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
“Kami mengapresiasi mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang telah memberikan pelatihan ini. Harapannya, ilmu yang diperoleh masyarakat tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa diterapkan sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mengurangi limbah kelapa,” harap Burhanudin.
Antusiasme peserta yang didominasi kaum ibu ini terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, hingga mencoba langsung proses pembuatan briket dan cocopeat bersama mahasiswa KUKERTA. Interaksi tersebut menjadikan suasana pelatihan berlangsung edukatif dan komunikatif.
Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian 10 mahasiswa Kukerta Unri yang berasal dari berbagai fakultas. Melalui kegiatan tersebut, mereka berharap masyarakat mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sehingga dapat meningkatkan perekonomian sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah kelapa secara berkelanjutan. (sr03)





