Petugas kesehatan dari Puskesmas Sungai Tohor melakukan simulasi cara mencuci tangan yang baik dan benar sesuai stanr PHBS kepada siswa TK Nurul Iman Desa Sendanu Darul Ihsan, Selasa (14/7/2026). (foto; istimewa)

SESUAI dengan arahan Dinas Kesehatan Kepulaan Meranti, UPT Puskesmas Sungai Tohor terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui kegiatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di berbagai satuan pendidikan selama 14–15 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kesehatan peserta didik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman.

Rangkaian penyuluhan dilaksanakan di sejumlah sekolah, yakni SD Negeri 1 Sungai Tohor pada 15 Juli 2026 oleh Endah Ruswita Sari, SKM bersama Annisa Marselina.

Sebelumnya, pada 14 Juli 2026, penyuluhan juga dilaksanakan di SD Negeri 2 Tanjung Sari oleh Ria Pusfita, S.Tr.Keb, SD Negeri 4 Tanjung Gadai oleh Ediston Jun Paramon, AMK, TK Nurul Iman Desa Sendanu Darul Ihsan oleh Syahriani Sitorus, Amd.Keb, serta SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Timur oleh Yesi Afrita, Amd Keb.

Dalam setiap kegiatan, para tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai pentingnya membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memilih jajanan yang sehat, membuang sampah pada tempatnya, serta menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini.

Para siswa juga diajak berpartisipasi aktif melalui diskusi dan praktik sederhana agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa di SDN 2 Tanjung Sari mendapatkan sosialisasi dan edukasi PHBS saat masa MPLS, Selasa (14/7/2026). (foto istimewa)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, menegaskan bahwa pembentukan perilaku hidup sehat harus dimulai sejak usia sekolah karena kebiasaan yang baik akan menjadi bekal penting bagi kesehatan di masa depan.

“Sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan budaya hidup bersih dan sehat. Melalui sosialisasi PHBS ini, kami berharap seluruh peserta didik mampu menerapkan kebiasaan sehat, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta menjadi agen perubahan yang dapat mengajak keluarga dan masyarakat menerapkan pola hidup sehat,” ujar Ade.

Menurutnya, Dinas Kesehatan akan terus mendorong seluruh UPT Puskesmas untuk aktif melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan di sekolah sebagai bagian dari penguatan pelayanan promotif dan preventif di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Komisi III, Dr M Taufikurrahman, memberikan apresiasi atas konsistensi tenaga kesehatan dalam melakukan pembinaan kesehatan di lingkungan pendidikan.

“Kami di Komisi III DPRD mendukung penuh kegiatan penyuluhan PHBS yang dilakukan Dinas Kesehatan melalui seluruh Puskesmas. Edukasi seperti ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan pemerintah harus terus diperkuat agar budaya hidup sehat benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan penyuluhan PHBS secara berkelanjutan, UPT Puskesmas Sungai Tohor berharap kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing melalui penguatan pendidikan kesehatan sejak dini. (ADV)