Cegah DBD dari Hulu, Puskesmas Teluk Belitung Bersama Lintas Sektor Gelar Larvasidasi Massal di Desa Mekar Sari. (foto; istimewa)

MERANTI (serangkai.co) – Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terus diperkuat hingga ke tingkat lingkungan masyarakat. Di Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, UPT Puskesmas Teluk Belitung bersama lintas sektor bergerak melakukan larvasidasi massal sebagai langkah antisipatif untuk menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memutus mata rantai penularan DBD dengan menyasar jentik-jentik nyamuk yang berpotensi berkembang menjadi nyamuk dewasa pembawa virus dengue.

Berbeda dengan fogging yang menyasar nyamuk dewasa, larvasidasi dilakukan sebagai langkah pencegahan dari hulu dengan mengendalikan jentik nyamuk pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan.

Pelaksanaan kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan masyarakat. UPT Puskesmas Teluk Belitung tidak bergerak sendiri, namun bersama Pemerintah Desa Mekar Sari, pihak Kecamatan Merbau, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta unsur masyarakat lainnya.

Kepala Desa Mekar Sari, Erman, turut terlibat dalam kegiatan bersama petugas kesehatan UPT Puskesmas Teluk Belitung, yakni dr. Suhadi, Siswanto, Ryan Pebriansa, Septika Ulianto, Pratikto dan Misni.

Dari unsur Kecamatan Merbau, kegiatan tersebut turut diikuti Sekretaris Camat Merbau, Idrus, SE, sementara unsur keamanan diwakili Babinsa Syahrul dan Bhabinkamtibmas Hartono.

Kolaborasi tersebut menjadi gambaran bahwa pencegahan DBD bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Peran pemerintah desa, kecamatan, aparat kewilayahan dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan terbebas dari tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Melalui kegiatan larvasidasi massal ini, masyarakat Desa Mekar Sari diharapkan semakin sadar bahwa upaya mencegah DBD harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Pengendalian jentik menjadi salah satu langkah penting, namun tetap perlu diiringi dengan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Masyarakat pun diingatkan untuk rutin menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air serta menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Dengan bergerak bersama dari tingkat desa, puskesmas hingga lintas sektor, upaya pencegahan DBD diharapkan tidak hanya menjadi respons ketika kasus muncul, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan memutus siklus perkembangbiakan nyamuk sejak dari sumbernya. (sr02)