
MERANTI (serangkai.co) – Nama almarhum H A Bakar Oemar diusulkan menjadi nama jalan di Kota Selatpanjang oleh ahli waris kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti. Agar memiliki dasar yang kuat dan disematkan terhadap jalan mana nantinya, Pemkab Meranti akan membuat payung hukumnya terlebih dahulu.
Apakah melalui SK Bupati, Peraturan Bupati atau bahkan Peraturan Daerah. Sehingga penetapannya nama jalan itu nanti memiliki dasar ketetapan serta pengaturan yang jelas sesuai dengan administrasi pemerintahan.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kepualauan Meranti, Edi Susanto yang dikonfirmasi, Senin, (31/8/2026) mengakui telah ada usulan dari ahli waris terhadap H A Bakar Oemar menjadi sebuah nama jalan di Selatpanjang. Pihaknya juga sudah menindaklanjutinya dengan melakukan rapat koordinasi bersama.
“Yang jelas, usulan ini, secara resmi telah kami terima. Kita juga sudah rapat dan dari hasilnya, perlu membuat regulasi khusus daerah untuk mendukung penyematan nama tokoh tersebut ke nama sebuah jalan nantinya,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemkab Meranti akan menyiapkan regulasi khusus. Sehingga, mekanisme dan prosedur penyematan nama jalan di daerah bisa diatur sesuai tata kelola pemerintahan.
“Saat ini, melalui Bagian Hukum Setdakab, kita akan melakukan kajian terlebih dahulu. Untuk memastikan apa bentuk dasar hukumnya. Apakah cukup melalui SK Bupati saja, atau Perbup, atau jika perlu Perda. Sehingga ke depan, kita memiliki regulasi yang jelas untuk mekanisme pemberian nama jalan, atau mengganti nama jalan. Jika perlu sekaligus pemberian nama gedung atau infrastruktur di Meranti juga dapat diatur dalam regulasi yang dibuat itu. Jadi, bisa sekaligus,” terangya.
Almarhum H A Bakar Oemar merupakan putra kelahiran Selatpanjang 14 Juli tahun 1924. Sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Wedana Selatpanjang dan menjadi Camat Tebingtinggi selama belasan tahun, saat Selatpanjang masih menjadi bagian dari Kabupaten Bengkalis.
Semasa perjuangan kemerdekaan, almarhum juga terlibat dalam perjuangan aksi militer bersatu. Termasuk terlibat Operasi Militer III dan perjuangan gerilya kemerdekaan Indonesia.
Almarhum juga mendapat sejumlah penghargaan. Salah satunya Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Soeharto tahun 1975. Tahun 2018, almarhum juga mendapat penghargaan sebagai tokoh dan pejuang daerah dari Pemerintah Provinsi Riau dan penghargaan dari legium veteran.
Bahkan Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) melalui kajian dan penelitian yang dilakukan, telah menempatkan almarhum sebagai salah satu tokoh dari 100 tokoh melayu nusantara. Hasil kajian ini oleh UMSU Pres Tahun 2020 telah diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul “100 Tokoh Melayu Nusantara”. (sr03)





