
PEKANBARU (serangkai.co) — Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Riau dalam kondisi aman, meski terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Ismon Diando Simatupang, mengatakan pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM di tengah meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
“Kami juga sudah bersurat agar ada penambahan BBM untuk Bio Solar dan Pertalite,” kata Ismon, Senin (7/9/2026), di Kantor Pertamina Patra Niaga, Jalan Sisingamangaraja, Kota Pekanbaru.
Menurutnya, usulan penambahan tersebut mencakup kuota Bio Solar dari sebelumnya sekitar 1.052.720 liter menjadi 1.150.000 liter. Sementara kuota Pertalite juga diusulkan meningkat sekitar 11 persen.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga, Wilson, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM, baik di wilayah Riau daratan maupun kepulauan.
“Untuk kondisi stok Pertamina aman, baik di Dumai maupun Tembilahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, antrean yang terjadi di sejumlah SPBU tidak semata-mata disebabkan oleh persoalan stok. Kondisi tersebut juga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.
“Memang saat ini ada peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga Pertamina juga menambah pasokan,” katanya.
Wilson menyebut kebutuhan BBM di Riau mengalami peningkatan dibandingkan kondisi pada April 2026, ketika antrean kendaraan masih relatif normal.
Salah satu faktor yang turut memengaruhi peningkatan konsumsi adalah peralihan sebagian masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Misalnya, pengguna Dexlite yang kemudian beralih menggunakan Solar.
“Jadi kebutuhan BBM ini sudah bertambah,” ujarnya.
Pertamina, lanjut Wilson, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan di masing-masing daerah.
Kondisi geografis Riau yang memiliki wilayah kepulauan juga menjadi perhatian dalam pendistribusian BBM. Sejumlah wilayah seperti Indragiri Hilir (Inhil) dan Kepulauan Meranti memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda karena BBM tidak hanya digunakan untuk kendaraan darat, tetapi juga kapal tradisional.
“Pengguna BBM di kepulauan misalnya tidak hanya kendaraan, tetapi juga untuk kapal tradisional. Sesuai peraturan mereka mengisi BBM,” jelasnya.
Untuk memastikan pasokan tetap tersedia, Pertamina menyiagakan armada untuk mendistribusikan BBM ke sejumlah SPBU di Provinsi Riau.
“Armada sedang siap-siaga mengantarkan BBM ke SPBU-SPBU yang ada di Provinsi Riau,” katanya. (sr05)





