Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra bersama Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara K Prabowo melakukan pemadaman Karhutla di Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Rabu (9/9/2026). Keduanya kemudian bermalam di lokasi untuk memimpin pemadaman dan memastikan api benar-benar terkendali.

INHU (serangkai.co) – Kapolres Indragiri Hulu (Inhu) AKBP Eka Ariandy Putra bersama Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara K Prabowo bermalam di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inhu, Riau. Keduanya memimpin langsung pemadaman kebakaran yang diperkirakan melanda sekitar 20 hektare lahan.

Operasi tersebut melibatkan sedikitnya 64 personel gabungan dari Polri, TNI, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Selain pemadaman dari darat, satu unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menangani titik api di area yang sulit dijangkau.

Titik panas di kawasan itu pertama kali terdeteksi melalui Dasbor Aplikasi Lancang Kuning pada Minggu (6/9/2026). Setelah dicek, petugas menemukan kebakaran terjadi di areal perkebunan kelapa sawit dengan jenis tanah mineral.

“Kami bersama seluruh unsur tetap berada di lapangan. Kondisinya memang tidak mudah, akses cukup jauh, sumber air terbatas dan jaringan komunikasi juga tidak tersedia. Tetapi penanganan harus terus dilakukan sampai benar-benar tuntas,” kata Eka, Rabu (9/9/2026).

Lokasi kebakaran berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Polsek Batang Cenaku, jauh dari permukiman, tidak memiliki jaringan telekomunikasi dan sulit mendapatkan sumber air.

Kondisi itu membuat personel harus bekerja intensif untuk memadamkan api, melakukan pendinginan dan memastikan area yang telah ditangani tidak kembali terbakar.

“Personel darat terus melakukan pemadaman dan pendinginan, sementara water bombing membantu dari udara. Semua bergerak bersama agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujarnya.

Eka dan Dandim memilih bertahan bersama personel di lapangan. Keduanya bermalam dan menjalankan ibadah di lokasi kebakaran sembari memantau proses pemadaman.

“Selama masih ditemukan asap dan masih ada potensi api kembali muncul, personel tetap melakukan penanganan. Kami ingin memastikan lokasi benar-benar aman sebelum operasi dinyatakan selesai,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan merespons cepat setiap titik panas maupun titik api yang terdeteksi di wilayah masing-masing.

Menurutnya, penanganan Karhutla dilakukan melalui patroli, sosialisasi larangan membakar lahan, deteksi dini hotspot dan pengecekan langsung ke lapangan. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan juga meminta jajaran menjaga soliditas dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, MPA dan unsur lainnya.

“Instruksi Bapak Kapolda jelas, jangan menunggu api membesar. Setiap informasi hotspot harus segera ditindaklanjuti di lapangan. Pencegahan diperkuat, dan ketika terjadi kebakaran, seluruh sumber daya yang tersedia harus bergerak untuk mempercepat penanganan,” kata Akmadi. (sr05)