Bupati Asmar menandatangani MoU Desa Bebas Api bersama PT RAPP di Hotel Unigraha, Pelalawan, Senin 29 Juni 2026. (Foto Pemkab Meranti for Serangkai.co)

PELALAWAN (serangkai.co) – Desa di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, berpeluang memperoleh program pembangunan senilai Rp100 juta apabila mampu mempertahankan status zero fire atau bebas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Peluang tersebut menjadi bagian dari Program Penghargaan Desa Bebas Api yang dijalankan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar di Hotel Unigraha, Kabupaten Pelalawan, Senin (29/6/2026).

Bupati Asmar mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya membangun kesadaran masyarakat agar menjaga lingkungan dan menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Program ini mendorong lahirnya budaya peduli lingkungan, budaya gotong royong, serta budaya membuka lahan tanpa membakar. Mencegah jauh lebih murah, lebih mudah, dan lebih mulia daripada memadamkan,” ujarnya.

Ia meminta seluruh kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA), memperkuat edukasi kepada warga, serta meningkatkan koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan tim pemadam kebakaran perusahaan.

Asmar berharap desa yang berhasil mempertahankan status bebas api dapat memanfaatkan penghargaan tersebut untuk membangun infrastruktur maupun fasilitas publik yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu, Manajer PT RAPP Wan Mohammad Jakh Anza menjelaskan penghargaan Rp100 juta tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan dalam program pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan berada di luar anggaran Community Development (CD) perusahaan.

“Selama musim kemarau berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan, desa yang mampu mempertahankan kondisi tanpa kebakaran akan memperoleh penghargaan berupa program pembangunan senilai Rp100 juta,” kata Wan Mohammad Jakh Anza.

Ia menegaskan keberhasilan program tersebut tidak mungkin hanya mengandalkan perusahaan semata.

“Program ini tidak mungkin berhasil jika hanya dijalankan perusahaan. Dibutuhkan pendekatan yang holistik melalui kolaborasi pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat,” ujarnya.

Pada tahap kerja sama tahun ini, dua desa di Pulau Padang, yakni Desa Mengkopot dan Desa Selat Akar, menjadi peserta Program Desa Bebas Api. Penentuan desa dilakukan berdasarkan pendekatan landscape dan analisis tingkat risiko kebakaran (fire risk), bukan semata-mata kedekatan dengan wilayah operasional perusahaan.

Selain memberikan penghargaan, PT RAPP juga menjalankan berbagai program pendukung seperti sosialisasi bahaya karhutla, pembentukan crew leader dari masyarakat, hingga bantuan pembukaan lahan tanpa bakar melalui metode mekanis bagi warga yang memenuhi persyaratan. (sr01)