
MERANTI (serangkai.co) – Evaluasi terhadap kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang dilakukan menyeluruh oleh Dewan Pengawas (Dewas). Persoalan parkir kendaraan juga menjadi sorotan tajam, karena terlihat amburadul.
Saat peninjauan oleh Dewas RSUD Jum’at (19/6/2026), kondisi parkiran kendaraan juga menjadi atensi. Sebab terlihat semeraut dan sembarangan.
Dari pantauan, tidak hanya masyarakat atau pengunjung saja yang parkir kendaraan di sembarang tempat. Termasuk juga tenaga para medis dan ASN yang ada di RSUD sendiri juga terlihat memarkirkan kendaraanya di tempat yang dilarang.
Padahal pihak RSUD sudah memasang tanda larangan parkir di sejumlah tempat. Tapi ironinya, di tempat dilarang tersebut juga kendaraan malah diparkirkan tidak hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh sejumlah manajemen RSUD.
Plt Direktur RSUD, Romy Haris Nanda yang sempat mengeluhkan kondisi itu. Tapi, malah ia disuguhkan dengan pemandangan rekan kerjanya sendiri ternyata ikut parkir di tempat yang dikeluhkannya tersebut. Bagaimana ia mau mengatur masyarakat yang parkir di tempat yang dilarang, sementara rekan kerjanya sendiri tak bisa diatur nya.
“Lihatlah, seharusnya ditempat ini tidak boleh parkir. Makanya kami sudah pasang tanda dilarang. Tapi tidak bisa dilarang,” keluhnya kepada wartawan yang persis duduk di depan kendaraan yang parkir sembarangan, Jum’at (19/6/2026).
Dewas RSUD, Fajar Triasmoko yang juga Kepala BPKAD Kepulauan Meranti, menyebutkan kondisi parkir perlu ditata dengan baik. Ia juga meminta agar lokasi parkir perlu pembenahan dengan melakukan perluasan lahan.
“Parkir harus ditata. Kalau kurang lokasinya, buka lokasi baru yang berada di depan RSUD ini. Ini masih banyak lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk lokasi parkir baru,” ungkapnya.
Ditambahkan Dewas lainnya, Ade Suhartian bahwa lokasi parkir sangat penting untuk menjamin kenyamanan pengunjung RSUD Selatpanjang. Jika perlu dibuat lokasi parkir dengan spesisfikasi tertentu.
Khusus bagi paramedis dan manajemen RSUD dibuat satu tempat parkir tersendiri, masyarakat umum dibuat tempat parkir tersendiri. Kemudian, untuk parkir mobil dibuat juga khusus untuk kendaraan mobil umum dan juga untuk dokter.
“Masalah parkir ini, harus segera diatasi segera. Karena lokasi parkir yang ada sudah tidak tertampung lagi. Beberapa lokasi bisa dibuat tempat parkir dengan pengelolaan khusus. Sehingga lebih tertata dan lebih rapi,” harapnya usai berkeliling RSUD. (bersambung) (sr03)





