
UPT (Unit Pelayanan Teknis) Puskesmas Bandul memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk menggelar edukasi dan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sejumlah sekolah yang berada di wilayah kerjanya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 13–14 Juli 2026 ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif UPT Puskesmas Bandul dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Melalui sosialisasi tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan sekolah, mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun, menjaga kesehatan gigi dan mulut, mengonsumsi makanan bergizi, beraktivitas fisik secara rutin, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala UPT Puskesmas Bandul menyampaikan bahwa sekolah merupakan lingkungan yang sangat strategis untuk menanamkan budaya hidup bersih dan sehat. Melalui kegiatan MPLS, siswa baru dapat memperoleh pemahaman sejak awal bahwa kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung proses belajar dan tumbuh kembang mereka.
Selain memberikan materi, para petugas kesehatan juga mengajak siswa berinteraksi melalui diskusi, tanya jawab, serta praktik sederhana mengenai kebiasaan hidup bersih sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan edukasi PHBS dilakukan secara serentak oleh tenaga kesehatan di berbagai desa wilayah kerja UPT Puskesmas Bandul.
Pada 13 Juli 2026, penyuluhan dilaksanakan di SDN 18 Putri Puyu oleh Ns. Ajir Roni, S.Kep, petugas kesehatan Desa Putri Puyu. Di hari yang sama, Dina Gustriyana, SKM bersama Yesi Susanti, A.Md.KG memberikan edukasi kepada siswa SMPN 1 Bandul.
Masih pada tanggal yang sama, kegiatan berlangsung di SDN 12 Dedap yang dipandu oleh Khairunnizam, A.Md.Kep, Petugas Kesehatan Desa Dedap. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Dedap Mansur, Lina Marliana selaku Bunda PAUD Desa Dedap, serta pihak sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.

Sementara itu, pada keesokan harinya, 14 Juli 2026, edukasi PHBS dilaksanakan di sejumlah sekolah lainnya. Trisno Trisniwati, S.Tr.Keb, Bidan Desa Tanjung Padang bersama Dani Hartati, A.Md.Kep, Petugas Kesehatan Desa Tanjung Padang memberikan penyuluhan di SDN 15 Tanjung Padang dan SDN 17 Tanjung Padang.
Di Desa Bandul, Ayuni, S.Tr.Keb, Bidan Desa Bandul melaksanakan sosialisasi di SDN 14 Bandul dan TK Kartini Bandul. Selanjutnya, Fahrian Agustina, A.Md.Kep bersama Bobi Hartanto (AMF) memberikan edukasi kepada siswa SDN 1 Bandul.
Kegiatan serupa juga berlangsung di SDN 2 Kudap yang dipandu oleh Mustika Ramadhani, A.Md.Kep, Petugas Kesehatan Desa Kudap. Sedangkan di SDN 10 Putri Puyu, penyuluhan disampaikan oleh Ns. Ajir Roni, S.Kep bersama Irwana, S.Tr.Keb, Bidan Desa Putri Puyu.
Melalui rangkaian kegiatan ini, UPT Puskesmas Bandul berharap seluruh peserta didik mampu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan memakai sabun, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan toilet sekolah, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan diri diharapkan menjadi budaya positif yang terus diterapkan.
UPT Puskesmas Bandul menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan sekolah yang sehat, aman, nyaman, serta mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, menegaskan upaya sosialisasi yang bersifat edukatif kepada siswa ini dilakukan secara masif di seluruh wilayah Kepulauan Meranti. Ia juga mengapresiasi UPT Puskesmas Bandul yang memanfaatkan MPLS sebagai sarana menanamkan PHBS sejak dini.
“Edukasi kesehatan di lingkungan sekolah merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan diri maupun lingkungan,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kepulauan Meranti Komisi IIII, Dr M Taufikurrahman. Ia menilai kegiatan seperti ini perlu terus diperluas ke seluruh satuan pendidikan.
“Ia menegaskan, sinergi antara tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah desa, dan orang tua sangat dibutuhkan agar budaya hidup bersih dan sehat benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari,” harapnya. (ADV)





