Kadisdikbud Kepulauan Meranti, Tunjiarto didampingi Ketua Komisi III, Cuncun dan Kabag Hukum, Maizatul Baizura usai rapat membahas persoalan Program Bea Siswa ADIK di Kantor DPRD Meranti belum lama ini. (foto sr03)   

MERANTI (serangkai.co) – Proses seleksi Program Bea Siswa Nasional Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) bagi anak-anak Meranti mencapai penghujung jalan. Pihak Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi mengumumkan sebanyak 13 anak-anak Meranti yang dinyatakan lulus dan berhak kuliah gratis dengan pembiayaan penuh oleh negara.

Nama-nama anak-anak Meranti yang dinyatakan lulus dan telah diumumkan tersebut diantaranya;
1. Mhd Rizki, lulus di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Jurusan S1 Budidaya Perairan
2. M Reza Alfahri lulus di Universitas Negeri Padang (UNP) Jurusan, S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
3. Bardah Lulus di Universitas negeri Padang, Jurusan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
4. Ika Fatihatul Hikmah Lulus di Universitas Riau Jurusan S1 Budidaya Perairan
5. Nuraldila Febrianti, lulus di Universitas Padang, Jurusan S1 Informatika
6. Rasti lulus di Universitas Riau jurusan S1 Ekonomi Pembangunan
7. Fajrul Hakim, lulus di Universitas Andalas, jurusan S1 Teknik Elektro
8. Sri Maulida Hasibuan, lulus di Universitas Andalas, Jurusan S1 Farmasi
9. Farhan Khairunsyah, lulus di Universitas Andalas, jurusan S1 Manajemen
10. Mirna Rezila, lulus di Universitas Andalas, jurusan S1 Ilmu Politik
11. Muhammad Muroji lulus di Universitas Negeri Padang, jurusan S1 Peternakan (kampus Kabupaten Sijunjung)
12. Tegar Arsya Pratama, lulus di Politeknik Negeri Batam, jurusan DIV Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi
13. Sohira Aznaini, lulus di Universitas Negeri Padang, Jurusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kepulauan Meranti, Tunjiarto melalui Sekretarisnya, Raja Yusran, Senin (6/7/2026) mengatakan bahwa pihak Disdik Meranti telah mengirimkan nama-nama anak Meranti yang telah diseleksi berdasarkan kategori yang ditetapkan oleh kementerian. Terutama siswa yang berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Tertinggal).

“Saat mendaftar 28 siswa. Namun 13 orang tidak terpenuhi syarat dalam seleksi yang kita lakukan. Khususnya asal siswa yang dibuktikan dengan KTP dan KK,” katanya.

Namun, setelah dikirimkan nama 16 siswa melalui sistem upload, Kementerian memutuskan hanya 13 anak yang dinyatakan lulus. Karena tiga anak, ternyata memiliki nilai masih rendah untuk pilihna jurusan yang dipilih.

“Tiga anak lagi gagal dalam seleksi di kementerian karena nilainya masih kurang. Sebab memilih ke jurusan kedokteran yang wajib memiliki nilai bagus. Sehingga harus tereliminasi oleh kementerian,” kata Raja.

Dijelaskannya, 13 anak Meranti yang dinyatakan lulus akan dibiayai penuh. Mulai dari uang kuliah, uang asrama dan uang harian.

“Namun, pembiayaan bea siswa hanya empat tahun saja. Artinya, jika tak lulus selama 4 tahun, maka bisa melanjutkan perkuliahan hingga lulus dengan biaya mandiri,” tegasnya.

Dengan 15 anak Meranti yang berhasil lolos seleksi menerima bea siswa ADIK ini, meningkat dari tahun lalu hanya 8 orang. “Mudah-mudahan tahun depan (2027), seluruh kuota (20 anak) untuk program bea siswa ADIK bisa dimanfaatkan seluruhnya oleh anak-anak Meranti dari 3T,” harap Raja. (sr03)