Para mahasiswa KKN UIN Suska Riau saat mendengar arahan di Halaman Kantor Bupati Meranti, Selasa, 21 Juli 2026. (Foto bagian Prokopim for Serangkai.co)

MERANTI (serangkai.co) – Sebanyak 51 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lima desa di Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Selama menjalankan pengabdian, mereka mengusung tema kearifan lokal dengan fokus menggali, melestarikan, dan mengembangkan potensi budaya serta memberdayakan masyarakat desa.

Para mahasiswa secara resmi dilepas oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam sebuah seremoni di halaman Kantor Bupati, Selasa (21/7/2026).

Pelepasan dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, serta dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Dr. Sugiarto, jajaran pemerintah daerah, dan peserta KKN.

Dosen Pembimbing Lapangan UIN Suska Riau, Dr. Sugiarto, mengatakan tema KKN tahun ini dipilih untuk mendorong mahasiswa mengenali sekaligus mengembangkan potensi budaya yang dimiliki masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui pendekatan akademik yang berpadu dengan pemberdayaan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar langsung di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain menjadi bagian dari proses pembelajaran, KKN juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan masyarakat sekaligus mencari solusi bersama melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan desa.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Tengku Arifin, berharap para mahasiswa mampu beradaptasi dengan kehidupan masyarakat serta menghormati adat istiadat dan budaya lokal selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa diharapkan memberikan kontribusi nyata, mulai dari bidang pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, literasi digital, kesehatan, pelestarian lingkungan hingga pengembangan potensi ekonomi desa.

“Kami berharap para mahasiswa mampu hadir di tengah masyarakat dengan sikap rendah hati, santun, mudah beradaptasi, serta menghormati adat istiadat dan budaya lokal yang hidup di Kabupaten Kepulauan Meranti,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat agar setiap program kerja yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.

Program KKN ini sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal. Mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, disiplin, serta mengutamakan keselamatan selama berada di lokasi pengabdian. (sr01)