
PEKANBARU (serangkai.co) – Upaya mengatasi keterbatasan layanan kesehatan di wilayah terpencil terus didorong Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Salah satunya melalui kerja sama strategis dengan Universitas Awal Bros yang difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah 3T.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Kampus Universitas Awal Bros, Pekanbaru, Senin (13/04/2026).
Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, menegaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi daerahnya saat ini adalah keterbatasan tenaga kesehatan, terutama dokter dan tenaga medis di wilayah desa.
“Kondisi ini membutuhkan langkah cepat dan kolaboratif. Kami melihat perguruan tinggi sebagai mitra strategis untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” ujar Asmar.
Ia menekankan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan.
Sementara itu, Rektor Universitas Awal Bros, Dr. Yulianti Ulandari, SKM, M.A.R., menyampaikan komitmen kampusnya untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, Universitas Awal Bros yang merupakan pengembangan dari Stikes Awal Bros sejak 2022, saat ini memiliki 13 program studi di bidang kesehatan yang siap mendukung kebutuhan daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kampus memberikan dampak nyata. Program yang dirancang akan langsung menyasar kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelas Yulianti.
Dalam kerja sama ini, sejumlah program prioritas akan dijalankan, di antaranya penempatan mahasiswa untuk magang di fasilitas kesehatan desa, penelitian dosen berbasis kebutuhan daerah, hingga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal.
Selain itu, peluang studi lanjut bagi tenaga medis asal Kepulauan Meranti juga dibuka sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam mengatasi kekurangan SDM kesehatan.
Tak hanya itu, pengembangan inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi juga menjadi fokus, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat layanan kesehatan di Kepulauan Meranti, sekaligus memperkecil kesenjangan akses kesehatan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. (sr01)





