Rapat Koordinasi Satgas Percepatan MBG yang dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, Selasa (20/4/2026), di Ruang Rapat PUPR. (Foto Bagian Prokopim for Serangkai.co)

MERANTI (serangkai.co) – Temuan sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menerima surat peringatan (SP1) menjadi perhatian serius dalam Rapat Koordinasi Satgas Percepatan MBG yang dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, Selasa (20/4/2026), di Ruang Rapat PUPR.

Dalam arahannya, Muzamil menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh terulang. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program untuk meningkatkan disiplin dan kualitas pengelolaan.

“Program ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami dari satgas akan terus melakukan tindak lanjut dan pengawasan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah menerbitkan surat edaran kepada camat dan kepala desa, khususnya di wilayah yang memiliki dapur MBG, agar turut aktif melakukan pengawasan.

“Semua pihak harus terlibat. Ini bukan hanya tanggung jawab satgas, tetapi juga pemerintah desa dan kecamatan,” ujar Muzamil.

Rakor ini juga menjadi momentum evaluasi pelaksanaan MBG tahun 2025–2026. Muzamil menyebut, rapat tersebut merupakan pertemuan perdana yang dihadiri lengkap oleh seluruh unsur satgas, mitra, serta kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan data terbaru, realisasi program MBG di Kepulauan Meranti telah mencapai 71 persen, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 43.743 orang dari total sasaran 60.841 orang. Dari sisi operasional, sebanyak 22 dapur MBG telah berjalan dari total 24 yayasan yang terlibat, sementara dua lainnya masih dalam tahap persiapan.

Program ini menyasar kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting dan mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

“Keberhasilan program ini menjadi indikator penting dalam pembangunan sumber daya manusia ke depan,” tambah Muzamil.

Di akhir kegiatan, Wakil Bupati menyerahkan surat edaran terkait pengawasan dan pelaporan kepada para camat dan kepala desa sebagai bentuk penguatan kontrol di lapangan.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Syarti Widya, menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional yang strategis.

“Program ini menjadi langkah penting untuk mengatasi stunting dan mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045 yang sehat dan mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan berkelanjutan, termasuk melalui program makan bergizi gratis di sekolah yang dinilai mampu menjawab persoalan dasar masyarakat di bidang gizi dan kesehatan. (sr01)