
MAKKAH (serangkai.co) – Ternyata tidak bisa berbahasa Inggris atau berbahasa Arab bukan menjadi persoalan bagi Jamaah Calon Haji (JCH) selama di Tanah Suci, Makkah. Karena banyak pedagang dan penjual di sana bisa berbahasa Indonesia.
Walapun Bahasa Indonesia yang digunakan tidak lancar, namun untuk percakapan transaksi jual beli masih bisa dilakukan. Tidak hanya pedagang saja, tetapi juga banyak petugas di Makkah banyak yang bisa berbahasa Indonesia.
Bahkan, bagi JCH yang ingin berbelanja untuk oleh-oleh, tidak perlu jauh-jauh harus ke pasar. Karena di depan hotel tempat JCH menginap banyak terdapat pedagang kaki lima.
Dengan menggelar dagangannya, para pedagang mulai memanggil JCH saat keluar hotel. Bahkan, dengan beralaskan terpal atau tikar, dagangannya di letakkan berserakan di atas alas tersebut.
Ada yang menjual kopiah, sajadah, tasbih dan barang-barang lainnya. Umumnya dagangan yang dijajakan, adalah produk yang dapat dijadikan oleh-oleh bagi JCH saat pulang ke tanah air.
Salah satu JCH asal Meranti, Rokhaizal mengaku tidak menyangka ternyata pedagang kaki lima banyak terdapat di depan atau samping hotel tempat ia menginap. Walaupun tidak permanen, namun ketika JCH keluar hotel untuk sekedar berjalan-jalan atau ingin berangkat ke Masjidil Haram, para pedagang tersebut memanggil-manggil mereka agar dapat singgah untuk membeli dagangan mereka.
“Mirip seperti di Indonesia juga. Kami tidak menyangka banyak pedagang kaki lima dadakan. Bahkan seperti pasar kaget,” ungkapnya belum lama ini.
Menjelang puncak ibadah haji atau Armuzna, selain melakukan Umrah Sunnah, JCH umumnya juga melakukan city tour. Bahkan, tidak sedikit juga JCH yang memanfaatkan waktu dengan berbelanja.
Jika JCH kehabisan mata uang Riyal, para pedagang juga bisa menerima mata uang Rupiah. Sehingga JCH tetap bisa berbelanja walaupun tidak membawa Riyal.
“Rupiah pun tetap diterima saat berbelanja. Terutama di pedagang kaki lima. Banyak JCH yang memanfaatkan waktu senggang dengan berbelanja di pedagang kaki lima yang digelar di dekat hotel tempat kami menginap,” terangnya. (sr03)





