
MERANTI — Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat sebanyak 2.898 kasus diare terjadi sepanjang tahun 2025. Meski relatif stabil sejak Januari hingga September, lonjakan signifikan terjadi pada Oktober 2025 dengan 647 kasus, menjadikannya bulan dengan angka tertinggi sepanjang tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, mengatakan peningkatan kasus diare tersebut terjadi bersamaan dengan naiknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.
“Jumlah kasus relatif stabil sejak Januari hingga September, namun pada Oktober terjadi lonjakan signifikan hingga mencapai 647 kasus,” ujar Widya, Rabu (28/01/2026).
Ia menjelaskan, kasus diare tidak hanya menyerang kelompok rentan seperti balita dan lansia, tetapi juga terjadi pada seluruh kelompok usia.
“Hingga saat ini, penyebab meningkatnya kasus diare tersebut masih dalam tahap penelusuran,” terangnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti meningkatkan pemantauan di lapangan melalui petugas puskesmas dan kader posyandu guna menekan penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
“Pemantauan terus kami lakukan untuk meminimalkan penyebaran penyakit berbasis lingkungan, termasuk diare, sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap potensi lonjakan kasus,” jelas Widya.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan penyakit. (sr02)





