
MERANTI (serangkai.co) – Pada hari ke-4, Senin (13/4/2026) Tim SAR dibantu masyarakat masih melakukan pencarian terhadap penumpang Dumai Line 1 yang terjun ke laut. Tim SAR memfokuskan pencarian dengan menyusuri tepian Pulau Tebingtinggi dan Pulau Rangsang.
Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie, mengatakan, fokus pencarian korban dilakukan di pinggir pulau. Karena laut tempat korban terjatuh tidak luas.
“Kita fokuskan ke tepi-tepi pulau saja. Karena dari tepi pulau pun, masih bisa juga melihat benda-benda yang mengambang di tengah laut. Sebab, selat ini tidak begitu lebar,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).
Prima menyebutkan, pada pencarian hari keempat ini, pencarian yang dilakukan Tim SAR dibantu nelayan dan masyarakat setempat. Bahkan dari pihak keluarga juga ikut melakukan pencarian menggunakan tiga kapal motor.
“Banyak yang terlibat dalam melakuka pencarian ini. Mudah-mudahan segera ditemukan,” harapnya.
Lebih jauh, Prima menyebutkan pencarian akan dilakukan Basarnas selama tujuh hari. Hal itu sesuai dengan standar pencarian yang dilakukan.
“Setiap hari kita memulai pencarian di pagi hari dan berakhir setiap pukul 18.00 Wib. Namun jika ada yang melihat ada benda yang mengambang di laut dan dicurigai koran tenggelam, jam berapapun akan kami datangi dan selamatkan,” terangnya.
Untuk mengoptimalkan pencarian, Basarnas beristirahat dan stanby di Desa Repan, Kecamatan Rangsang. Sehingga nantinya bisa bergerak cepat jika ada tanda-tanda keberadaan korban.
Sebelumnya, Jum’at (10/4/2026), Nasri (32), warga Jalan Ismail Saleh, RT 006/RW002, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebingtinggi Timur dilaporkan melompat dari MV Dumai Line 1 di perairan depan Desa Repan, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Nasri yang disebutkan mengalami gangguan mental itu diduga melompat ke laut dari posisi buritan kapal.
Kejadian berawal ketika Nasri didampingi ayahnya, Gani berencana pulang dari berobat di RS Siak. Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Buton, Siak, mereka menaiki MV Dumai Line 1 dan berencana turun di Pelabuhan Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang.
Didalam perjalanan, tepatnya sekitar pukul 14.30 Wib di depan perairan Repan, korban tiba_tiba berjalan ke arah buritan. Tidak lama kemudian, langsung melompat ke laut.
Begitu mendapat laporan ada penumpang yang melompat ke laut, Crew MV Dumai Line 1 melakukan pencarian dengan mengelilingi perairan repan dan sekitarnya. Setelah lebih kurang 30 menit memutar dan belum berhasil menemukan si korban, pencarian dilanjutkan oleh Bakri, agen Dumai Ekspres yang berada di Desa Repan.
Dibantu oleh kapal pompong warga sekitar pencarian terus dilakukan. Sementara, MV Dumai Line 1 langsung melanjutkan pelayaran mengantar penumpang lainnya ke Tanjung Samak, Tanjung Balai Karimun, hingga berakhir di Batam.
Setelah mendapatkan laporan adanya penumpang kapal yang melompat ke laut tersebut, sekitar pukul 16.40 Wib Unit Siaga Badan SAR Nasional (Basarnas) Kepulauan Meranti bersama TNI dan Polisi langsung menuju ke lokasi yang diduga tempat Nasri terjatuh. Mereka bergabung melakukan pencarian bersama masyarakat sekitar. (sr03)





