Basarnas bersama dengan TNI AL dan Pol Airud masih melakukan pencarian hingga ke Pelalawan dengan menggunakan speed boat sekoci, Minggu (8/2/2026) (foto Basarnas for Serangkai.co)

MERANTI – Pencarian terhadap salah satu kru Kapal Mega Fajar 5 atas nama M Ridwan (62) yang hilang saat bertabrakan dengan Levindo 10, Senin (2/2/2026) masih terus berlangsung. Pada pencarian hari ke-6, Badan SAR Nasional (Basarnas) Bersama TNI AL dan Pol Airud masih belum menemukan korban.

Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Herie Prima yang dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026) mengungkapkan bahwa pencarian yang mereka lakukan sudah menyisir sejumlah daerah dan pulau yang ada di Kepri, dan Kepulauan Meranti. Bahkan, mereka sudah mulai melakukan pencarian di wilayah Kabupaten Pelalawan.

“Sejak pencarian hari pertama hingga kini, kita sudah menyisir Pulau Rangsang, Topang, Menggung. Kita juga menyisir di Pulau Labu, Serapung sampai Penyalai (Pelalawan),” ungkapnya.

Walaupun belum berhasil menemukan korban, namun Basarnas akan melakukan pencarian terhadap korban hingga hari ke-7 (Selasa, 9/2026). Ia berharap korban segera ditemukan.

Pencarian dilakukan menggunakan motor vessel (MV) Basarnas. Bahkan, sekoci MV Basarnas juga diturunkan untuk mengoptimalkan pencarian.

“Besok sudah hari ke 7. Jika tidak ada tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR ditutup sementara. Akan dilanjutkan dengan pemantauan. Namun, bila mana nanti ditemukan tanda-tanda keberadaan korban operasi SAR dibuka Kembali,” sebutnya.

Kecelakaan laut terjadi diantara Pulau Burung, Inhu dan Pulau Pelembang, Kepri Senin (2/2/2026). Sekitar pukul 19.30 Wib, Kapal Mega Fajar 5 yang mengangkut lima orang crew kapal dan 260 box ayam, bertabrakan dengan Kapal Levindo 10.

Untuk diketahui, salah satu kru Kapal Mega Fajar 5 atas nama M Ridwan (62) hilang, dan tenggelam saat kecelakaan. Hingga kini belum ditemukan. Setelah mendapat kabar, Basarnas (Badan SAR Nasional) ikut bergabung membantu proses pencarian.

Disebutkan Prima, Mega Fajar 5 berangkat dari Pelabuhan Bongkar Muat Kota Segara Mentigi sekitar pukul 16.30 Wib, Senin (2/2/2026). Setelah menempuh perjalanan di laut selama tiga setengah jam, dalam kegelapan malam, tiba-tiba sudah berhadapan dengan Boat Levindo 8. Tabrakan pun tak terelakkan lagi.

Selain seorang kru dinyatakan hilang, empat kru Mega Fajar 5 juga dilaporkan mengalami luka yang cukup serius. Sehingga harus segera dilarikan ke layanan Kesehatan terdekat.

Empat orang tersebut diantaranya, Darmansyah (53) selaku Nahkoda yang mengalami patah tangan, Ilah Samri (43), selaku kepala kamar mesin (KKM), kru kapal, M Arsyad (56) dan Kamarizom (38).

“M ridwan (62) terjatuh dan dalam proses pencarian. Sementara, korban yang lain berhasil di evakuasi dan dibawa menggunakan boat Levindo 8 menuju ke Tanjung Balai Karimun. Sekitar pukul 22.00 Wib, korban luka dan cidera berhasil dibawa ke RSUD,” terang Prima. (sr03)