Foto ilustrasi (internet) 

SERANGKAI.CO – Banyak ibu pernah bertanya-tanya: “Kenapa anakku manis di luar rumah, tapi begitu ketemu aku malah jadi rewel?”

Padahal, di sekolah ia tampak patuh. Bersama orang lain, ia terlihat tenang. Namun di rumah, terutama bersama ibu, emosinya seolah tumpah tanpa saringan.

Ternyata, kondisi ini bukan tanda anak “nakal” atau ibu yang gagal mengasuh. Justru sebaliknya.

Ibu Adalah “Rumah” bagi Anak

Bagi anak, ibu adalah tempat paling aman. Seperti seseorang yang akhirnya pulang ke rumah setelah seharian menahan lelah, anak pun “pulang” secara emosional kepada ibunya.

Saat lelah, lapar, kecewa, atau bosan, anak tahu satu hal: ibu adalah orang yang bisa menenangkan mereka.

Di hadapan ibu, anak merasa tidak perlu berpura-pura baik-baik saja. Tangisan, rengekan, bahkan tantrum sering kali muncul justru karena anak merasa cukup aman untuk menunjukkan emosi yang sebenarnya.

Rewel Bukan Masalah, Tapi Pesan

Perilaku rewel sering kali adalah bentuk komunikasi alami anak. Mereka belum selalu mampu merangkai perasaan dalam kata-kata, sehingga emosi itu keluar dalam bentuk tangisan, amarah, atau sikap sulit diatur.

Anak percaya, ibu akan memahami mereka bahkan tanpa penjelasan panjang.
Itulah sebabnya rewel sering menjadi “bahasa” yang dipilih anak untuk menyampaikan kebutuhan emosionalnya.

Tanda Anak Nyaman dengan Ibunya

Alih-alih dianggap sebagai gangguan, rewel justru bisa menjadi tanda bahwa anak merasa:

  • Dicintai tanpa syarat
  • Didengarkan
  • Dipahami
  • Aman mengekspresikan emosi

Anak yang nyaman dengan ibunya tahu bahwa ia tidak akan ditolak meski sedang berada di versi terburuk dirinya.

Respon yang Dibutuhkan: Hadir, Bukan Marah

Saat anak rewel, reaksi orang tua sering kali refleks: emosi, lelah, bahkan stres. Namun pendekatan yang lebih menenangkan justru bisa mengubah momen sulit menjadi kesempatan bonding.

Cobalah:

  • Memeluk anak dengan tenang
  • Mendengarkan tanpa menghakimi
  • Memberi ruang bagi anak mengekspresikan perasaannya
  • Menenangkan sebelum menasihati

Kadang, anak tidak butuh solusi. Mereka hanya butuh ditemani.

Rewel Bisa Jadi Momen Kedekatan

Di balik rengekan dan air mata, ada kepercayaan besar yang diberikan anak kepada ibunya. Bahwa di hadapan ibulah, ia boleh rapuh. Ia boleh lelah. Ia boleh tidak sempurna.

Maka ketika anak rewel, mungkin yang sedang ia katakan adalah: “Bu, aku capek. Aku butuh kamu.”

Dan di situlah peran ibu menjadi rumah yang selalu bisa dituju, kapan pun dan dalam kondisi apa pun. (sr01)