
PEKANBARU (serangkai.co) – Perseteruan antara Iwan Pansa, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kota Pekanbaru, Riau, dengan Suparman, mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul), berujung saling lapor di Polda Riau. Kedua laporan dari masing-masing masih dilakukan penyelidikan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).
Laporan ke polisi dlakukan pertama kali oleh, Suparman dan Datuk Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Taufik Tambusai terhadap Iwan Pansa terkait dugaan pengancaman. Kini, giliran Iwan Pansa melaporkan Suparman terkait dugaan pencemaran nama baik.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua yang dikonfirmasi, Senin (25/5/2026) mengungkapkan,, kedua laporan tersebut dalam proses penyelidikan. Untuk kasus yang dilaporkan oleh Suparman dan Taufik Tambusai, sebanyak 10 orang saksi yang telah dimintai keterangan.
“Sepuluh saksi sudah mintai keterangan, termasuk saksi terlapor Iwan Pansa dan saksi pelapor. Kemudian, nanti kita akan periksa ahli dan gelar perkara. Bila terbukti akan dinaikkan ke tahap penyidikan,” sebut Hasyim.
Iwan Pansa dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 448 KUHP, dengan ancaman hukumannya 3 tahun penjara. Sementara laporan pengaduan dari Iwan Pansa terhadap Suparman, sebut Hasyim, baru saja masuk.
Iwan Pansa mempermasalahkan kata-kata yang disampaikan oleh Suparman saat orasi di kantor LAM Riau di Pekanbaru beberapa waktu lalu, yang diduga mengandung unsur pencemaran nama baik.
“Jadi, Pak Suparman melaporkan Iwan Pansa dengan TKP (tempat kejadian perkara) di salah satu kafe di Pekanbaru. Kemudian, Iwan Pansa juga melaporkan Pak Suparman, TKP nya di kantor LAM Riau,” ungkap Hasyim.
Sebelumnya, Iwan Pansa terlibat cekcok dengan mantan Bupati Rohul, Suparman. Peristiwa tersebut terjadi di tempat umum yaitu disebuah kafe di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, pada Sabtu (2/5/2026).
Dalam video yang viral di media sosial tersebut, Iwan Pansa tampak berdiri di hadapan Suparman. Suparman sendiri saat itu bersama tiga orang rekannya duduk semeja.
Iwan sempat melontarkan kata-kata kotor dan kasar kepada Suparman. Termasuk kepada salah satu rekan Suparman, Taufik Tambusai, yang diketahui salah satu Datuk LAM Riau.
Iwan Pansa mengaku, perseteruan dengan Suparman, merupakan masalah pribadi. Iwan Pansa diduga melontarkan kata ancaman membunuh. Namun, ia membantahnya.
“Saya bilang buru, bukan bunuh. Waktu itu saya bilang, kalau buat masalah lagi aku buru, kau. Jadi, ini masalah pribadi, bukan terkait politik, suku ataupun ormas,” kata Iwan. ***





