
INHIL (serangkai.co) – Warga di kawasan Parit 13 dan Parit 14, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dibuat resah oleh seekor monyet ekor panjang berukuran besar yang berkeliaran di permukiman.
Dalam enam hari terakhir, sedikitnya 10 warga menjadi korban serangan primata tersebut. Korban berasal dari berbagai usia, mulai balita, anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia.
Serangan dilakukan secara tiba-tiba dengan cara mencakar dan menggigit. Beberapa korban bahkan harus mendapatkan perawatan medis dan jahitan akibat luka yang dialami.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan hasil penelusuran sementara menunjukkan serangan tersebut diduga dilakukan oleh satu ekor monyet.
“Berdasarkan identifikasi awal, pelaku teror diduga satu ekor monyet ekor panjang berwarna abu-abu dengan ukuran yang sangat besar,” ujar Junaidi, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, kejadian pertama tercatat pada 25 Juli 2026. Saat itu, seorang warga yang sedang duduk santai di depan rumah tiba-tiba diserang monyet tersebut.
Monyet itu kemudian melarikan diri ke kawasan permukiman padat di sekitar Parit 13 dan Parit 14.
Petugas menduga primata tersebut memanfaatkan struktur rumah panggung yang banyak terdapat di kawasan tersebut untuk masuk ke rumah warga. Monyet itu disebut dapat bergerak melalui kolong rumah hingga masuk melalui celah papan lantai yang berlubang.
Sejumlah warga bahkan dilaporkan menjadi korban gigitan ketika sedang tidur pada pagi hari.
Keresahan warga kemudian mendorong sebagian masyarakat melakukan upaya mandiri untuk menangkap monyet tersebut. Beberapa warga yang melihat keberadaannya sempat mencoba melumpuhkan hewan itu menggunakan senapan angin.
“Beberapa warga yang sempat memergoki keberadaan monyet misterius ini mencoba melumpuhkannya menggunakan senapan angin,” kata Junaidi.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Monyet tersebut kembali melarikan diri dan bersembunyi di sekitar permukiman.
Mengantisipasi bertambahnya korban, DPKP Inhil kemudian menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari personel evakuasi dan petugas medis untuk melakukan pencarian serta penanganan terhadap warga terdampak.
Selain melakukan pencarian, petugas medis juga memberikan vaksin antirabies secara gratis kepada seluruh korban sebagai langkah pencegahan terhadap risiko infeksi akibat gigitan hewan.
Meski keberadaan monyet tersebut masih membuat warga waspada, aktivitas masyarakat di Tembilahan secara bertahap mulai kembali normal.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menutup celah-celah rumah yang berpotensi menjadi akses masuk hewan, serta segera melapor kepada petugas apabila melihat keberadaan monyet tersebut,” pesan Junaidi.(sr05)





