
MERANTI (serangkai.co) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menggelar Penemuan Kasus (Tracing) Tuberkulosis (TB) Terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya percepatan deteksi dini dan pengendalian tuberkulosis di daerah.
Pelaksanaan perdana kegiatan tersebut berlangsung di Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, pada Jumat (31/7/2026). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menemukan kasus TB secara aktif sekaligus memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat. Pelaksanaan tracing TB terintegrasi dengan CKG secara nasional berlangsung mulai Juli hingga November 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, SKM, mengatakan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 40 lokus yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 40 lokus pelaksanaan tracing TB terintegrasi Cek Kesehatan Gratis. Setiap lokus menargetkan 100 orang untuk dilakukan skrining tuberkulosis, sehingga total sasaran mencapai sekitar 4.000 masyarakat. Kegiatan ini berlangsung mulai Juli hingga November 2026, dan Desa Banglas menjadi lokasi pertama pelaksanaannya,” ujar Widya.
Menurutnya, pendekatan terintegrasi ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan penemuan kasus TB sejak dini, sehingga penderita dapat segera memperoleh pengobatan dan memutus rantai penularan penyakit.
Selain skrining tuberkulosis, masyarakat juga mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang meliputi pemeriksaan kesehatan dasar sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Integrasi layanan TB dengan CKG menjadi salah satu strategi nasional untuk memperluas jangkauan deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular.
Kegiatan di Desa Banglas turut dihadiri Kepala Desa Banglas Abdul Zaid, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Nurmadiah Damar, SKM, tenaga kesehatan puskesmas, kader kesehatan, serta masyarakat yang mengikuti proses skrining.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti berharap kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat dapat mempercepat penemuan kasus TB secara aktif. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis melalui deteksi dini, pengobatan yang tuntas, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. (sr02)





