Walikota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. (Foto: BP Batam for serangkai.co) 

BATAM (serangkai.co) – Transformasi Batam dari kawasan industri manufaktur menjadi pusat ekonomi digital dan investasi berteknologi tinggi kembali menuai pengakuan nasional. Majalah Fortune Indonesia edisi Juli 2026 menobatkan Batam sebagai Best Place to Invest in Indonesia, mempertegas daya saing kota ini sebagai salah satu destinasi investasi paling prospektif di Tanah Air.

Penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan Batam dalam membangun ekosistem investasi yang kompetitif. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan internasional, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, menjadi keunggulan utama bagi investor yang ingin menjangkau pasar regional maupun global dengan biaya operasional yang lebih efisien.

Tak lagi hanya dikenal sebagai basis industri manufaktur, Batam kini berkembang pesat menjadi pusat ekonomi digital. Arus investasi terus mengalir ke sektor-sektor strategis bernilai tambah tinggi, seperti pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), semikonduktor, hingga berbagai layanan digital.

Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat pengembangan industri digital sekaligus execution hub yang melayani kebutuhan pasar regional dan internasional.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, kinerja investasi Batam juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Berdasarkan perhitungan investasi riil BP Batam, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,30 triliun, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan investasi itu turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Sepanjang 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen, melampaui rata-rata nasional sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam mencapai 83,80, menunjukkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi investasi berkelanjutan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penghargaan tersebut merupakan buah dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, kondusif, dan berdaya saing.

“Masuknya Batam sebagai salah satu daerah terbaik untuk investasi menunjukkan bahwa berbagai upaya pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan mulai membuahkan hasil. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat iklim investasi dan menjadikan Batam semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Menurut Amsakar, BP Batam akan terus melakukan berbagai terobosan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan transformasi digital, pembangunan infrastruktur, serta pemberian kepastian hukum dan kemudahan berusaha bagi para investor.

Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai pengakuan dari Fortune Indonesia menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam.

“Kepercayaan investor merupakan amanah yang harus dijaga. Karena itu, BP Batam akan terus menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan responsif agar investasi yang masuk tidak hanya meningkat dari sisi nilai, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Li Claudia menambahkan, transformasi Batam menuju pusat industri manufaktur berteknologi tinggi dan ekonomi digital akan terus dipercepat melalui pengembangan kawasan industri modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Pengakuan sebagai Best Place to Invest in Indonesia menjadi penegas bahwa Batam tidak hanya mencatat pertumbuhan investasi yang impresif, tetapi juga berhasil membangun fondasi pembangunan yang berorientasi pada inovasi, teknologi, dan keberlanjutan. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Batam semakin menunjukkan diri sebagai gerbang investasi masa depan Indonesia. (EI/sr03)