Dorong UMKM Go Digital, Rumah BUMN Meranti Gelar Pelatihan Pembuatan Akun Marketplace. (foto; istimewa)

MERANTI (serangkai.co) – Perubahan pola belanja masyarakat ke ranah digital menjadi peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk memperluas pasar. Menangkap peluang tersebut, Rumah BUMN Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar pelatihan pembuatan akun marketplace dengan mengusung semangat “Bangun Toko, Raih Peluang!”, Kamis (23/7/2026).

Pelatihan yang berlangsung di Rumah BUMN Kepulauan Meranti ini diikuti 21 peserta, yang terdiri dari siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda sekaligus pelaku usaha lokal agar tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memiliki kemampuan memasarkan produknya secara digital.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan panduan mulai dari pembuatan akun marketplace, optimalisasi profil toko, pengelolaan produk hingga strategi menarik calon pembeli dan meningkatkan penjualan. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai sejumlah hal yang perlu dipersiapkan untuk membangun toko online secara profesional.

Fasilitator Rumah BUMN Kabupaten Kepulauan Meranti, Putri Maysora, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran.

Menurutnya, masih ada pelaku UMKM yang memiliki produk bagus dan potensial, namun belum memanfaatkan marketplace sebagai sarana untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada peserta bahwa sekarang untuk berjualan tidak hanya mengandalkan toko fisik atau menunggu pembeli datang. Dengan marketplace, produk UMKM Meranti bisa dipasarkan lebih luas dan menjangkau konsumen di luar daerah,” ujar Putri.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut tidak hanya menyasar pelaku UMKM, tetapi juga siswa SMK. Langkah ini dinilai penting untuk menanamkan pemahaman mengenai dunia kewirausahaan dan pemasaran digital sejak dini.

Putri berharap peserta yang mengikuti pelatihan dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh dan terus mengembangkan kemampuan digitalnya.

“Target kami ke depan, seluruh UMKM di Kepulauan Meranti memiliki akun marketplace. Jadi, setiap pelaku UMKM tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mampu mengelola toko digitalnya sendiri, mempromosikan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Rumah BUMN Kepulauan Meranti sendiri selama ini menjadi salah satu ruang pemberdayaan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Penguatan pemasaran berbasis digital dinilai relevan dengan kebutuhan UMKM untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar. Sejumlah kajian mengenai Rumah BUMN Kepulauan Meranti juga mencatat peran pembinaan UMKM dan pemanfaatan e-commerce dalam mendukung perluasan pasar produk lokal.

Dengan pelatihan ini, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM Meranti yang bertransformasi dari sekadar “jualan lokal” menjadi “jualan digital”, sehingga produk-produk unggulan daerah, termasuk olahan sagu dan berbagai produk kreatif lainnya, memiliki peluang lebih besar untuk dikenal hingga ke pasar nasional bahkan internasional.

Bukan sekadar belajar membuat akun marketplace, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem UMKM Meranti yang semakin melek digital, berdaya saing, dan siap naik kelas. (sr02)