
PEKANBARU (serangkai.co) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di tiga wilayah Riau. Tim Manggala Agni terus berjibaku melakukan pemadaman dan penyekatan untuk mencegah api meluas, Jumat (7/8/2026).
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan penanganan masih dilakukan di sejumlah titik, dengan kondisi medan dan akses menjadi kendala petugas.
“Tim masih melakukan pemadaman lanjutan di sejumlah lokasi. Kondisi bahan bakar yang padat, angin kencang, keterbatasan sumber air dan akses menuju kepala api menjadi tantangan di lapangan,” kata Ferdian, Jumat (7/8/2026).
Di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, luas lahan terbakar mencapai 64 hektare. Penanganan memasuki hari kesembilan, namun api belum padam.
Adapun kendala yang di hadapi petugas yakni harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan roda dua dan berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju kepala api.
Sementara di Sungai Guntung Hilir, luas terbakar diperkirakan mencapai 50 hektare dan masih berpotensi bertambah. Penanganan memasuki hari kelima dengan kendala asap pekat, angin kencang, sumber air terbatas serta akses menuju kepala api yang belum sepenuhnya terbuka.
“Di Sungai Guntung Hilir, tim melakukan penyisiran dari bagian tengah lokasi dengan sumber air dari embung dan bentangan selang sekitar 450 meter. Dukungan alat berat juga diupayakan untuk membuka akses ke sisi kepala api,” ujarnya.
Karhutla juga terjadi di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, dengan luas sekitar 10 hektare. Penanganan baru memasuki hari pertama dan petugas melakukan penyekatan agar api tidak meluas.
Sementara itu, karhutla di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, seluas sekitar satu hektare telah berhasil dipadamkan setelah ditangani selama dua hari.
“Untuk lokasi yang belum padam, pemadaman dan penyekatan masih terus dilakukan. Kami juga mengoptimalkan dukungan peralatan agar penanganan bisa lebih cepat,” pungkas Ferdian.(sr05)





