Tim SAR dari Kantor Basarnas Pekanbaru mengarungi sungai Mampu, mencari pemancing yang hilang diduga diterkam buaya.

DUMAI (serangkai.co) – Seorang pemancing dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat berusaha menyeberangi Sungai Mampu di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Sabtu (18/7/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru menurunkan tim pencarian setelah menerima laporan kejadian dari Polsek Sungai Sembilan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan korban berinisial IK alias Ajib (21) merupakan warga Jalan Bambu RT 18, Kelurahan Lubuk Gaung.

“Korban berada di lokasi kejadian karena sedang memancing bersama rekannya di kawasan Muara Sungai Mampu, dekat PT SDO, saat kondisi air sedang pasang,” kata Budi, Minggu (19/7).

Tak lama kemudian, korban berniat menyeberangi sungai. Rekannya, Shole, sempat memperingatkan agar tidak menyeberang karena kondisi perairan dinilai berbahaya. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.

“Saat berada di tengah sungai, seekor buaya diduga muncul dari semak-semak di tepi sungai dan langsung menerkam korban. Korban sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya menghilang dari permukaan air,” ujar Budi.

Melihat kejadian itu, Shole langsung terjun ke sungai untuk memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena korban tidak ditemukan. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada keluarga korban dan Polsek Sungai Sembilan.

“Kami telah mengerahkan lima personel dari Unit Siaga SAR Dumai menuju lokasi kejadian,” ujar Budi.

Hari ini, tim SAR bersama unsur gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, memantau kondisi lapangan, serta akan mengevakuasi korban apabila berhasil ditemukan.

Kepada masyarakat yang ikut melakukan proses pencarian Budi mengimbau agar tetap mengutamakan keselamatan karena lokasi tersebut merupakan habitat satwa liar, termasuk buaya.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di wilayah perairan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar, terutama buaya,” tutup Budi.(sr05)