
PENYAKIT Campak merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama bayi dan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Meski sering dianggap sebagai penyakit biasa, campak dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak dengan memastikan anak memperoleh imunisasi lengkap serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Campak disebabkan oleh virus Measles yang sangat mudah menular melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus juga dapat menyebar melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi.
Seseorang yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak memiliki risiko lebih besar untuk tertular apabila berinteraksi dengan penderita.
Gejala campak biasanya muncul sekitar 10–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain, demam tinggi, batuk dan pilek, mata merah dan berair, nafsu makan menurun, muncul bintik-bintik putih di dalam mulut, ruam merah yang bermula dari wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
Pada sebagian kasus, campak dapat menimbulkan komplikasi berupa diare, radang telinga, pneumonia, hingga radang otak (ensefalitis), terutama pada balita dengan daya tahan tubuh rendah.
Campak menyebar sangat cepat melalui, percikan batuk atau bersin penderita, kontak langsung dengan penderita, berada dalam ruangan yang sama dengan penderita, belum mendapatkan imunisasi campak atau MR,
Karena tingkat penularannya sangat tinggi, satu penderita dapat menularkan virus kepada sebagian besar orang yang belum memiliki kekebalan.
Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk melindungi masyarakat dari campak. Upaya yang dapat dilakukan meliputi, memberikan imunisasi Campak-Rubella (MR) sesuai jadwal, melengkapi imunisasi dasar bagi bayi dan balita, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menutup mulut saat batuk dan bersin, mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menghindari kontak dengan penderita campak, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala.
Hingga saat ini belum terdapat obat khusus untuk membunuh virus campak. Perawatan bertujuan mengurangi gejala dan mencegah komplikasi, antara lain, istirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan agar tidak mengalami dehidrasi, mengonsumsi makanan bergizi, menggunakan obat penurun demam sesuai anjuran tenaga kesehatan, pemberian vitamin A pada anak sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, segera dirujuk ke rumah sakit apabila muncul komplikasi seperti sesak napas, kejang, atau penurunan kesadaran.
Penderita juga dianjurkan beristirahat di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain hingga dinyatakan tidak lagi menularkan penyakit. Imunisasi adalah Perlindungan Terbaik
Program imunisasi yang diselenggarakan pemerintah terbukti efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat campak. Orang tua diharapkan tidak menunda jadwal imunisasi anak karena imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang.
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak.
“Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, namun dapat dicegah melalui imunisasi lengkap. Kami mengimbau seluruh orang tua agar memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala campak. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati,” terang Ade.
Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam menjaga kesehatan anak melalui pemberian imunisasi, gizi seimbang, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Nurmadia Damar, mengatakan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan campak.
“Masyarakat perlu mengenali gejala awal campak seperti demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam pada kulit. Jangan melakukan pengobatan sendiri apabila kondisi memburuk. Segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat,” jelas Nurmadia Damar.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan PHBS, menjaga daya tahan tubuh, dan melengkapi imunisasi anak sebagai langkah utama pencegahan.
Pesan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti
Ayo Cegah Campak melalui;
- Lengkapi imunisasi Campak/MR sesuai jadwal.
- Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup.
- Hindari kontak dengan penderita campak.
- Segera berobat ke puskesmas atau fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak.
“Imunisasi Lengkap, Anak Sehat, Campak Dapat Dicegah”. (ADV)





