
PIHAK Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit difteri, salah satu penyakit menular yang dapat mengancam keselamatan jiwa apabila tidak segera ditangani.
Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan ditandai dengan munculnya selaput putih di tenggorokan, nyeri saat menelan, demam, hingga pembengkakan pada leher. Dalam kondisi berat, difteri dapat menyebabkan sesak napas bahkan kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, menegaskan bahwa pencegahan difteri paling efektif dilakukan melalui imunisasi lengkap sesuai jadwal serta deteksi dini terhadap gejala yang muncul.
“Difteri bukan penyakit yang boleh dianggap sepele. Penyakit ini sangat mudah menular melalui percikan ludah saat batuk, bersin, berbicara, maupun penggunaan alat makan dan minum secara bersama. Karena itu, masyarakat harus memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal sebagai bentuk perlindungan terbaik,” ujar Ade Suhartian.

Dinkes Ajak Masyarakat Lengkapi Imunisasi dan Cegah Penularan
Ade juga menjelaskan, imunisasi DPT-HB-Hib diberikan kepada bayi dan balita, dilanjutkan imunisasi DT dan Td pada anak usia sekolah serta imunisasi Td bagi wanita usia subur sesuai ketentuan pemerintah.
Menurutnya, cakupan imunisasi yang tinggi akan membentuk kekebalan kelompok sehingga mampu mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri.
Ade juga mengimbau masyarakat untuk segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan apabila menemukan anggota keluarga maupun lingkungan sekitar yang mengalami gejala seperti nyeri menelan, demam, muncul selaput putih di tenggorokan, atau pembengkakan pada leher.
“Semakin cepat pasien diperiksa dan ditangani, maka semakin besar peluang untuk sembuh sekaligus mencegah penularan kepada orang lain. Jangan menunggu kondisi menjadi berat, segera laporkan kepada petugas kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Nurmadiah Damar, mengatakan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan difteri.
Ia mengingatkan masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mematuhi seluruh anjuran tenaga kesehatan apabila terdapat kasus difteri.
“Pasien difteri harus menggunakan masker selama menjalani pengobatan, menjalani isolasi sesuai anjuran tenaga kesehatan, membatasi kontak dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Langkah sederhana ini sangat efektif mencegah penyebaran penyakit,” jelas Nurmadiah.
Selain itu, bagi masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita difteri diwajibkan menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan, mengonsumsi antibiotik sesuai resep hingga tuntas, melengkapi imunisasi, serta melakukan pemeriksaan swab tenggorokan apabila dianjurkan petugas kesehatan.
Nurmadiah menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengendalian difteri.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti untuk tidak takut melapor apabila menemukan gejala yang mengarah ke difteri. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat ditangani dan semakin kecil risiko penyebaran penyakit di lingkungan sekitar,” katanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat upaya promosi kesehatan, surveilans, dan pelayanan imunisasi di seluruh wilayah sebagai bentuk komitmen melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Beberapa gejala difentri diantaranya;
- Nyeri saat menelan.
- Demam atau tanpa demam.
- Muncul selaput putih di tenggorokan.
- Leher membengkak.
- Langkah Pencegahan:
- Lengkapi imunisasi sesuai jadwal.
- Gunakan masker saat sakit.
- Cuci tangan dengan sabun dan air bersih.
- Hindari kontak dengan penderita.
Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala atau kontak erat dengan penderita. “Ayo Lapor Difteri! Lindungi diri, keluarga, dan lingkungan melalui imunisasi lengkap serta deteksi dini”. (ADV)





