Penjual Bunga Rampai saat melayani seorang peziarah yang membeli bunga sebelum masuk ke dalam TPU Baitul Akhir di Jalan Pusara, Selatpanjang, Senin (15/2/2026) (foto sr03)

MERANTI (serangkai.co) – Menjelang masuknya Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, hampir semua Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Selatpanjang ramai dikunjungi peziarah. Baik yang memang tinggal di Selatpanjang, ataupun peziarah yang pulang kampung.

Kebiasaan masyarakat untuk berziarah tersebut ternyata mendatangkan rezeki bagi penjual bunga rampai. Selain menyiram kuburan, masyarakat yang berziarah juga akan menaburkan bunga rampai dalam menutup kegiatan ziarah kubur.

Kombinasi bunga rampai ini terdiri dari bunga kenanga, bunga kertas, daun pandan dan lainnya. Bunga dan dedaunan ini dipotong dan dicincang kecil-kecil. Sehingga lebih kecil dan terlihat lebih banyak.

Seperti yang dituturkan salah satu penjual bunga rampai di Pusara Baitul Akhir, Sari. Bungkusan-bungkusan bunga rampai dijajakan di atas meja. 

Tidak hanya bunga rampai, ia juga menjual air bersih yang diisi di dalam botol plastik. Sari berjualan dengan meja kecil dan kursi yang dipasangi tenda payung ukuran besar. 

Ia mengaku sudah sejak lama melakoni sebagai penjual musiman bunga rampai di TPU Baitul Akhir yang berada di Jalan Pusara, Selatpanjang. Setiap tahun menjelang memasuki bulan suci ramadhan dia sudah dipastikan berada di salah satu pintu masuk TPU tersebut untuk berjualan bunga rampai dan air.

Ditemui Minggu, (15/2/2026) petang, mengatakan bunga rampai yang hanya sebanyak lebih kurang  dua genggam tangan orang dewasa itu dijual dengan harga Rp5000. Begitu juga harga air penyiram pusara dalam setiap botolnya seharga Rp5000.

“Berjualan (bunga rampai dan air putih) dimulai sejak pagi hari sekitar lebih kurang pukul 08.00 wib sampai dengan pukul 18.00 wib. Kalau berjualan biasanya seminggu (sepekan) sebelum masuk bulan puasa,” kata Sari.

Walaupun hanya musiman, namun rata-rata hasil yang diterima berjualan bunga rampai dan air putih sejak pagi hingga petang rata-rata Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. 

“Biasanya saat-saat hari terakhir jelang puasa pendapatan bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Sebab semakin dekat masuk bulan puasa, maka jumlah peziarah akan semakin banyak pula,” terangnya. (sr03)