Panitia dan masyarakat menabur bunga sebagai penutup Ziarah Kubur Akbar dan yasin Bersama di TPU Baitul Akhir, Jalan Pusara, Selatpanjang, Senin (16/2/2026) (foto sr03)

MERANTI (serangkai.co) – Mulai dari tua, muda, remaja, dan anak-anak tampak mulai mendatangi Tempat Pemakaman Umum (TPU). Dengan berbusana muslim dan muslimah, mereka melakukan ziarah kubur. Tradisi sejak lama ini telah dilakukan turun temurun menjelang masuknya Bulan Ramadhan.

Peziarah terlihat ada yang membawa tikar, membawa air, bunga dan Surah Yasin. Peziarah mulai dengan membersihkan kuburan keluarga dan orang tua yang telah meninggal dan dikubur.

Setelah kuburan bersih, lalu, dilakukan pembacaan Yasin. Kemudian dilanjutkan dengan do’a. Setelah itu, peziarah menaburkan bunga yang telah disiapkan. Sebelum meninggalkan kuburan, peziarah menutupnya dengan penyiraman tanah kuburan dengan air bersih. 

Tradisi ini bahkan terus dijaga oleh pengurus TPU Baitul Akhir, Jalan Pusara, Selatpanjang. Mereka melaksanakan Ziarah Kubur Akbar dan Yasin bersama, Senin (16/2/2026) sore.

Tahun ini menjadi tahun ketiga kalinya dilaksanakan. Dimana peserta yang mengikuti mencapai ratusan. Bahkan, mungkin seribuan peziarah. Karena terlihat TPU Baitul Akhir dipadati peziarah.

Kegiatan dimulai dengan laporan Ketua TPU Baitul Akhir, Joharudin Buyung. Ia menegaskan kegiatan ini menjadi tradisi yang mulai dibangkitkannya sejak tahun 2023. Ia berkomitmen bersama pengurus lainnya akan terus melaksanakannya, agar peziarah bisa ikut bersama-sama melakukan pembacaan yasin dan doa bersama bagi keluarga yang lebih dulu meninggal, khususnya di TPU Baitul Akhir. 

“Melalui Ziarah Kubur Akbar dan Yasin Bersama ini kita bisa bersama-sama membacakan doa bagi keluarga yang telah meninggal.  Melalui kegiatan ini juga menjadi momentum untuk kita terus menjaga silaturahmi. Namun yang terpenting, bagaimana dengan ziarah kubur ini membuat kita ingat dengan kematian,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan. Tentunya dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Sehingga tradisi ini bisa terus terjaga.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih ramai lagi. Sehingga TPU Baitul Akhir bisa terus terjaga dan bersih dengan kebersamaan ini,” tambah pria yang akrab disapa Ajo Buyung ini.

Setelah dibuka, acara Ziarah Kubur Akbar dilanjutkan dengan pemberian tausiah oleh Ustadz Mustafa. Mantan Ketua MUI Kepulauan Meranti itu menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum mengingat kematian. 

“Melalui kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kita akan mati juga. Sehingga kita bisa berbuat lebih baik lagi di dunia ini. Sekaligus juga mendoakan keluarga kita dan membersihkan kuburannya. Selain itu juga menjadi momentum bersilaturahmi, khususnya di internal keluarga besar kita,” terangnya.

Setelah tausiah, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil bersama. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan ditutup dengan penaburan bunga dan penyiraman kuburan.(sr03)