
MERANTI — Pulau Rangsang menjadi salah satu perhatian Markas Besar (Mabes) TNI dalam kunjungannya ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (17/9/2026).
Wilayah yang berada di kawasan perbatasan dan menjadi salah satu jalur lalu lintas kapal itu dinilai membutuhkan penguatan pengawasan dan koordinasi antarinstansi.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar bersama Tim Mabes TNI di ruang kerja Bupati.
Asmar mengatakan, pemerintah daerah merencanakan pengembangan pos terpadu di Pulau Rangsang sebagai bagian dari upaya memperkuat pemantauan wilayah. Pos tersebut nantinya melibatkan unsur TNI, Polri dan instansi terkait lainnya.
“Rencananya di sana akan ada pos terpadu. Ada unsur Angkatan Darat, Angkatan Laut, kepolisian dan instansi terkait lainnya. Daerah tersebut merupakan salah satu jalur lalu lintas kapal yang cukup ramai,” kata Asmar.
Menurutnya, keberadaan pos terpadu diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap aktivitas di wilayah perairan sekaligus mempercepat koordinasi apabila terjadi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.
Pulau Rangsang memiliki posisi strategis karena berada di wilayah terluar Kepulauan Meranti dan berhadapan langsung dengan wilayah luar negeri. Selain Kecamatan Rangsang, wilayah pulau tersebut juga mencakup Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir.
Karena karakteristik geografis tersebut, Asmar menilai penguatan sarana pengawasan menjadi penting. Terlebih, kondisi Meranti sebagai daerah kepulauan membuat mobilisasi personel dan peralatan tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat.
“Untuk penanganan segala macam kejadian kebakaran itu agak lamban kita dari kabupaten karena kita menggunakan angkutan laut,” ujar Asmar.
Persoalan tersebut juga menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan Mabes TNI. Selain aspek keamanan, Tim Mabes TNI turut melihat kondisi lapangan, termasuk kesiapan pemerintah daerah dan jajaran terkait dalam menghadapi berbagai potensi gangguan di wilayah kepulauan.
Laksamana Pertama TNI Dr. Imam Hidayat, Sp.S., mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi wilayah sekaligus menghimpun masukan dari pemerintah daerah terkait kebutuhan pertahanan dan keamanan.
Menurut Imam, penguatan unsur pertahanan di wilayah Meranti perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah, baik dari unsur darat, laut maupun udara.
“Di samping kita memaparkan bagaimana tidak muncul api, dengan beberapa metode, mungkin di sini Bapak Bupati sendiri yang sudah lama di sini sudah tahu caranya. Cuma pemikiran Bapak mungkin tidak tersampaikan kepada banyak pihak. Tugasnya kita ke sini,” ujar Imam.
Selain persoalan keamanan, kunjungan Mabes TNI selama 28 hari di Kepulauan Meranti juga berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imam mengatakan pihaknya telah melihat langsung kondisi sejumlah lokasi dan pos di Meranti. Ia mengapresiasi kesiapan jajaran di lapangan, termasuk latihan pemadaman yang dilakukan secara rutin.
“Alhamdulillah memang sesuai dengan yang kita harapkan. Saya lihat mereka setiap hari melakukan latihan-latihan pemadaman. Alhamdulillah memang sesuai SOP,” katanya.
Bagi Pemkab Meranti, perhatian Mabes TNI terhadap Pulau Rangsang menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menjaga wilayah perbatasan sekaligus menghadapi tantangan daerah kepulauan.
Asmar berharap rencana pos terpadu tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga pengawasan wilayah dan koordinasi antarinstansi semakin kuat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah membantu pemerintah daerah selama penugasan di Kepulauan Meranti.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan seluruh OPD, kami mengucapkan terima kasih kepada Jenderal beserta rekan-rekan yang sudah datang ke Meranti,” tutur Asmar. (sr01)





