Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Tuan Guru Ustadz Prof. H. Abdul Somad Batubara dan jajaran meninjau ruangan Sekolah Luar Biasa (SLB) Cahaya seusai peresmian di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (16/9/2026). (Foto: Istimewa)

KAMPAR (serangkai.co) — Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Ustadz Abdul Somad, meresmikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Cahaya di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (16/9/2026).

Peresmian SLB Cahaya tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi dan membangun kemandirian.

Bagi anak-anak berkebutuhan khusus, ruang belajar bukan sekadar tempat membaca, menulis dan berhitung. Di sana, kepercayaan diri tumbuh, potensi ditemukan dan keberanian untuk tampil mulai dibangun.

Kapolda Riau hadir langsung dalam peresmian tersebut bersama Tuan Guru Ustadz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc D.E.S.A, Ph.D, jajaran Polda Riau, Polres Kampar, Pemerintah Kabupaten Kampar serta sejumlah pihak yang mendukung berdirinya SLB Cahaya.

Kehadiran Kapolda Riau dan Ustadz Abdul Somad disambut hangat para siswa. Dua siswa SLB Cahaya, Adrian dan Dira, mendapat kesempatan menyambut tamu dengan mengalungkan sarung kepada Ustadz Abdul Somad serta menyerahkan rangkaian bunga kepada Kapolda Riau.

Setelah pembacaan Alquran dan doa, Pembina Yayasan SLB Cahaya, Aipda Jepril, yang juga Banit Sat Samapta Polres Kampar, menyampaikan sambutan.

Momentum tersebut kemudian diisi pesan Kapolda Riau mengenai makna kebaikan yang menjadi salah satu semangat hadirnya sekolah tersebut.

“Kebaikan tidak cukup hanya dilakukan sesekali. Kebaikan harus kita tanamkan, kita biasakan, hingga pada akhirnya menjadi karakter dan menjadi bagian dari diri kita,” ujar Herry Heryawan.

Kapolda menekankan bahwa berbuat baik seharusnya lahir dari ketulusan, bukan untuk mendapatkan pujian, jabatan ataupun balasan dari orang lain.

“Berbuat baiklah dengan tulus. Biarlah Allah yang melihat dan menilai semua yang kita lakukan,” katanya.

Menurut Herry, kehadiran SLB Cahaya merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebaikan melalui pendidikan.

Lebih dari sekadar tempat belajar, sekolah tersebut diharapkan mampu membangun kepercayaan diri, kebersamaan dan karakter anak-anak didik.

“Melalui pendidikan dan asesmen yang tepat, kita dapat mengetahui potensi yang dimiliki,” lanjutnya.

Pesan tersebut kemudian terlihat dalam penampilan para siswa. Adrian dan Nadira tampil menari di hadapan Kapolda Riau, Ustadz Abdul Somad dan seluruh undangan.

Meski sederhana, penampilan itu menunjukkan keberanian dan kemampuan para siswa untuk tampil di hadapan banyak orang.

Suasana semakin hangat ketika Ustadz Abdul Somad Batubara menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan SLB Cahaya. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Ustadz Abdul Somad, didampingi Kapolda Riau dan Pembina Yayasan SLB Cahaya, Aipda Jepril.

Usai pemotongan pita, Kapolda Riau dan Ustadz Abdul Somad kemudian meninjau sejumlah ruangan SLB Cahaya.

Dalam kegiatan visit room tersebut, Nadira kembali tampil menyanyikan lagu di hadapan para tamu.

Rangkaian peresmian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendorong mereka berani belajar, mengenali kemampuan dan mengembangkan potensi diri.

SLB Cahaya diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kampar untuk memperoleh pendidikan, membangun kemandirian dan mengembangkan potensi sesuai kemampuan masing-masing. (sr05)