
PEKANBARU (serangkai.co) — Penebangan sejumlah pohon di Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru, dikecam warga karena dilakukan di sekitar bangunan usaha yang baru berdiri.
Kondisi itu membuat kawasan tersebut dinilai semakin gersang. Warga juga mempertanyakan alasan penebangan karena pohon-pohon tersebut dianggap tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.
“Sejak pohon itu ditebang, terasa semakin gersang. Kenapa pohon itu ditebang? Apa mungkin biar usaha baru itu kelihatan, begitu? Saya sebagai warga mengecam orang yang menebang pohon-pohon itu,” ucap Ridho (42), warga Kecamatan Bina Widya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Ridho, keberadaan pohon di sepanjang jalan justru memberikan manfaat bagi masyarakat karena menjadi pelindung sekaligus membuat lingkungan terasa lebih sejuk.
“Pohon itu kan tidak mengganggu jalan atau membahayakan pengguna jalan, tapi kenapa dipotong. Justru kita senang banyak pohon sebagai pelindung dan bikin sejuk. Pemerintah Pekanbaru harusnya jangan biarkan kota ini tambah gersang,” ujarnya.
Warga lainnya, Andi (28), mengatakan penataan kawasan kota semestinya tidak dilakukan dengan mengorbankan pohon. Menurutnya, masih banyak persoalan lain yang perlu dibenahi, termasuk keberadaan kabel yang terlihat semrawut.
“Kalau penataan kota itu, bukan pohon yang ditebang. Harusnya pemerintah menggalakkan penghijauan. Yang ditata dan dirapikan itu kabel-kabel semrawut di tiang itu,” kata Andi.
Sementara itu, pengamat lingkungan Riau, Rawa El Amady, meminta persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, keberadaan pohon pelindung jalan memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Kalau penebangnya pemerintah, hal ini merupakan tindakan yang ceroboh. Karena pohon pelindung jalan itu penting bagi masyarakat, terutama pejalan kaki,” kata Rawa.
Dia juga menyoroti pentingnya keberadaan pohon di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau.
“Selain itu, dalam kondisi asap karhutla saat ini, kehadiran pohon sangat penting untuk mengurangi beban karbon,” lanjutnya.
Rawa mengatakan, pembenahan kawasan sebaiknya diarahkan pada persoalan lain yang lebih mendesak, seperti kabel-kabel yang semrawut.
Menurutnya, kabel tersebut sudah selayaknya ditanam ke dalam tanah.
Di sisi lain, penebangan pohon tersebut menjadi sorotan karena Polda Riau dan jajaran tengah mendorong program Green Policing, termasuk melalui kegiatan penanaman pohon dan penghijauan. (sr05)Â





