UPT Puskesmas Anak Setatah mengajak seluruh orang tua, guru, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebagai upaya melindungi anak usia sekolah dari berbagai penyakit berbahaya yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Program BIAS merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan imunisasi kepada anak usia sekolah dasar sesuai kelompok usia dan jenjang kelas. Melalui program ini, anak memperoleh perlindungan terhadap penyakit seperti Campak Rubela (MR), Difteri, Tetanus (DT/Td), serta Kanker Leher Rahim melalui vaksin HPV bagi anak perempuan.

Kepala UPT Puskesmas Anak Setatah, Noviarni, mengatakan bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi setiap anak.

“Imunisasi dalam pelaksanaan BIAS aman, halal, gratis, dan berkualitas. Kami mengajak seluruh orang tua memberikan izin kepada anak untuk mengikuti imunisasi di sekolah. Dengan imunisasi, anak terlindungi dari penyakit berbahaya yang dapat mengganggu tumbuh kembang bahkan mengancam keselamatan jiwa,” ujar Noviarni.

Ia menjelaskan, setelah imunisasi sebagian anak mungkin mengalami keluhan ringan seperti demam, nyeri, kemerahan atau bengkak di lokasi suntikan. Kondisi tersebut merupakan reaksi normal dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari.

“Orang tua tidak perlu khawatir. Bila anak demam cukup diberikan obat penurun panas sesuai anjuran, kompres hangat atau dingin pada area suntikan bila diperlukan, dan apabila keluhan tidak membaik segera hubungi Puskesmas terdekat,” jelasnya.

Noviarni juga mengingatkan bahwa anak yang berhalangan hadir saat jadwal imunisasi di sekolah tetap berhak mendapatkan layanan imunisasi. “Apabila anak terlewat mengikuti BIAS di sekolah, orang tua dapat segera berkoordinasi dengan guru UKS atau datang ke Puskesmas agar anak tetap memperoleh imunisasi sesuai jadwal,” tambahnya.

Petugas Puskesmas Anak Setatah melakukan imuniasi kepada siswa sekolah belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, menegaskan bahwa keberhasilan program BIAS sangat bergantung pada dukungan semua pihak, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga para orang tua.

“BIAS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kekebalan kelompok sekaligus mencegah munculnya penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Kami mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti untuk bersama-sama menyukseskan program ini demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Ade Suhartian.

Ia juga mengimbau agar orang tua memastikan anak dalam kondisi sehat, sudah sarapan sebelum imunisasi, serta melengkapi formulir skrining kesehatan yang diberikan pihak sekolah.

Pelaksanaan BIAS dilaksanakan di sekolah, madrasah maupun pesantren, sedangkan bagi anak yang tidak bersekolah, imunisasi dapat diperoleh melalui Puskesmas, Posyandu, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Dengan semangat “Imunisasi Lengkap, Anak Sehat, Indonesia Kuat”, UPT Puskesmas Anak Setatah berharap seluruh sasaran BIAS di wilayah kerjanya dapat tercapai sehingga anak-anak Kabupaten Kepulauan Meranti tumbuh sehat, terlindungi, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. (ADV)