
UPAYA melindungi balita dari pneumonia terus menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Penyakit yang dikenal sebagai infeksi paru-paru ini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak balita apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Karena itu, masyarakat, khususnya para orang tua, diimbau untuk lebih mengenali gejala, memahami faktor risiko, serta melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan pencegahan pneumonia tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan peran aktif keluarga dalam menjaga kesehatan anak sejak lahir.
Menurutnya, perlindungan terbaik dimulai dari pemberian imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, pemenuhan gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindarkan anak dari paparan asap rokok.
“Pneumonia sebenarnya dapat dicegah. Orang tua perlu memastikan anak memperoleh imunisasi lengkap, gizi yang baik, serta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, demam, napas cepat, atau sesak napas. Penanganan sejak dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan,” ujar Ade Suhartian.
Ia menjelaskan, anak yang mengalami pneumonia umumnya menunjukkan tanda-tanda berupa batuk yang tidak kunjung membaik, demam, napas lebih cepat dari biasanya, tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas, hingga tampak lemas dan sulit makan atau minum. Apabila gejala tersebut muncul, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Selain meningkatkan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas dan tenaga kesehatan di seluruh wilayah. Edukasi dilakukan agar orang tua memahami pentingnya deteksi dini, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal.
Ade menambahkan, lingkungan rumah yang sehat memiliki peran penting dalam mencegah infeksi saluran pernapasan. Rumah dengan ventilasi yang baik, bebas asap rokok, serta menjaga kebersihan tangan sebelum memegang bayi atau balita merupakan langkah sederhana yang mampu menurunkan risiko penularan penyakit.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr. Taufikkurahman, mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan yang terus mengedepankan upaya promotif dan preventif dalam melindungi kesehatan anak.
Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah adalah memastikan setiap anak tumbuh sehat, sehingga berbagai program edukasi kesehatan perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Edukasi yang dilakukan Dinas Kesehatan harus menjadi gerakan bersama. Orang tua, sekolah, kader kesehatan, pemerintah desa hingga tokoh masyarakat perlu berkolaborasi agar balita di Kepulauan Meranti terlindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan seluruh layanan kesehatan yang tersedia, mulai dari Posyandu, Puskesmas hingga rumah sakit, sebagai sarana memantau tumbuh kembang anak sekaligus memperoleh informasi kesehatan yang benar.
Melalui kolaborasi seluruh pihak, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti berharap angka kejadian pneumonia pada balita dapat terus ditekan.
Kesadaran masyarakat untuk melengkapi imunisasi, memenuhi kebutuhan gizi anak, menerapkan PHBS, serta segera memeriksakan anak ketika muncul gejala menjadi kunci dalam mewujudkan generasi Kepulauan Meranti yang sehat, kuat, dan berkualitas. (ADV)





