Kapolres Kepul

MERANTI – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencanangkan program pembangunan jembatan merah putih di seluruh pelosok daerah di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Setelah sempat ditinjau oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi beberapa waktu lalu, rencana pembangunan itu akhirnya dimulai. Ada tiga titik rencana pembangunan dan perbaikan jembatan merah putih di Meranti.
Titik pertama di Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi. Titik kedua di Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau. Titik ketiga di Desa Tanjung Gemuk Kecamatan Rangsang.
Sebelum memulai perbaikan dan pembangunan jembatan pertama di Dusun Semulut, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqqi memulai dengan berdoa bersama dengan pemerintah setempat, masyarakat dan anak sekolah, Kamis (29/1/2026) di SDN 18 Semulut. Termasuk di Desa Kuala Merbau, Kapolsek Tebingtinggi Barat mengajak masyarakat doa bersama. Dan di Tanjung Gemuk, doa bersama diikuti Kapolsek AKP Gunawan bersama anak sekolah dan masyarakat.
AKBP Aldi menerangkan bahwa pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pembangunan masa depan generasi muda.
“Kehadiran kita di sini bukan hanya untuk membangun sebuah jembatan, tetapi membangun harapan, keselamatan, dan masa depan anak-anak kita. Jembatan ini adalah penghubung kehidupan yang menghubungkan rumah dengan sekolah, harapan orang tua dengan cita-cita anak-anaknya,” harapnya.
AKBP Aldi juga menekankan pentingnya keselamatan bagi para pelajar dan guru, serta menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada anak-anak yang harus mempertaruhkan keselamatan saat menuju sekolah akibat kondisi jembatan yang tidak layak.
Ia juga mengapresiasi pemerintah desa, pihak sekolah, masyarakat, serta seluruh personel Polri dan TNI yang terlibat dalam membangunan jembatan tersebut. Ia berpesan agar pembangunan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta tetap mengutamakan keselamatan kerja.
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan tiang pancang pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan jembatan, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. (sr03)





