
UPAYA melindungi anak-anak dari risiko penyakit diare terus menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti. Tak hanya berfokus pada penemuan kasus, tenaga kesehatan juga memastikan setiap balita yang mengalami diare mendapatkan penanganan sesuai standar, termasuk pemberian oralit dan zinc sebagai bagian dari tata laksana kasus.
Berdasarkan data Sistem Informasi Hepatitis dan Penyakit Infeksi (SIHEPI) per 6 Juli 2026, tercatat sebanyak 817 kasus diare pada semua kelompok umur yang ditemukan di sejumlah wilayah kerja puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari jumlah tersebut, sebanyak 173 kasus terjadi pada balita.
Menariknya, dari data tersebut, seluruh balita yang ditemukan mengalami diare telah mendapatkan terapi sesuai standar. Tercatat 173 balita atau 100 persen mendapatkan pemberian oralit, sementara pemberian zinc pada balita juga tercatat mencapai 100 persen.
Capaian tersebut menunjukkan komitmen jajaran kesehatan di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam memastikan kasus diare pada anak tidak hanya ditemukan, tetapi juga segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Jika dilihat berdasarkan wilayah kerja puskesmas, kasus diare pada balita ditemukan di sejumlah daerah. Puskesmas Alah Air mencatat 27 kasus balita, Puskesmas Alai 32 kasus, Puskesmas Anak Setatah 5 kasus, Puskesmas Bandul 24 kasus, Puskesmas Kedabu Rapat 4 kasus, Puskesmas Pulau Merbau 8 kasus, Puskesmas Selatpanjang 46 kasus, Puskesmas Sungai Tohor 11 kasus, Puskesmas Tanjung Samak 11 kasus, dan Puskesmas Teluk Belitung 5 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, SKM, mengatakan, penanganan diare pada balita harus dilakukan secara cepat dan tepat karena anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami dehidrasi.
“Diare pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena kehilangan cairan dapat terjadi lebih cepat. Karena itu, setiap kasus yang ditemukan harus segera ditangani sesuai standar. Pemberian oralit sangat penting untuk menggantikan cairan yang hilang, sementara zinc juga diberikan sesuai ketentuan untuk membantu mempercepat pemulihan,” ujar Widya.
Menurutnya, capaian 100 persen pemberian oralit dan zinc pada balita kasus diare menjadi indikator bahwa pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas terus berupaya memastikan pasien mendapatkan tata laksana yang tepat.
Namun, Widya mengingatkan bahwa penanganan kasus tidak kalah penting dengan upaya pencegahan. Masyarakat, khususnya orang tua, diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan air yang digunakan aman, serta memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, menegaskan bahwa pengendalian penyakit diare membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.
“Kami terus mendorong agar setiap kasus diare, khususnya pada balita, dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Capaian pemberian terapi sesuai standar ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Ade Suhartian.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit diare, terutama ketika terjadi pada bayi dan balita. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami diare, terlebih jika disertai tanda-tanda dehidrasi atau kondisi anak semakin lemah.
“Pencegahan tetap menjadi kunci. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga sanitasi lingkungan, serta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika anak mengalami diare. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan upaya pengendalian diare akan terus diperkuat melalui pemantauan kasus, peningkatan kualitas tata laksana di fasilitas kesehatan, serta edukasi kepada masyarakat.
Sebab, di balik angka 173 balita yang tercatat mengalami diare, ada pesan penting bahwa setiap kasus harus ditangani dengan cepat. Dan dengan 100 persen balita kasus diare mendapatkan pemberian oralit dan zinc sesuai data yang tercatat, pelayanan kesehatan di Meranti terus bergerak memastikan anak-anak mendapatkan hak atas penanganan yang aman dan tepat. (ADV)





