
PEKANBARU (serangkai.co) – Setelah dilepas langsung Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan dari Mapolda Riau, rombongan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 langsung bergerak menuju titik pertama di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026).
Kehadiran rombongan di wilayah tepian Sungai Siak itu disambut antusias masyarakat. Sejumlah layanan dan bantuan langsung diberikan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian 1.000 paket sembako dan 1.000 bendera Merah Putih, hingga bantuan peralatan olahraga serta bibit pohon alpukat dan durian.
Rombongan yang dipimpin Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, SIK, juga menggelar dialog bersama masyarakat. Tokoh adat, pemuka agama, perwakilan pemuda, dan perangkat kelurahan turut menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan keamanan, kebutuhan layanan kesehatan, hingga pendidikan anak usia dini (PAUD).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari misi Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 untuk memastikan kehadiran negara dirasakan langsung masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah yang membutuhkan perhatian dan pelayanan lebih.
Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar negara hadir hingga ke titik-titik terluar di seluruh Indonesia.
“Polda Riau melaksanakan kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 karena Bapak Presiden saat kunjungan kerja di Miangas pada 9 Mei 2026 berpesan bahwa negara harus hadir sampai ke titik terluar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini adalah implementasi dari arahan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, ekspedisi tersebut tidak sekadar menjadi perjalanan seremonial. Setiap daerah yang disinggahi menjadi ruang bagi personel untuk memberikan pelayanan sekaligus melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan seremonial. Di seluruh daerah yang dikunjungi, kami melakukan bakti sosial, penanaman mangrove di wilayah pesisir, penanaman pohon, pelayanan kesehatan, hingga menyerap aspirasi masyarakat sehingga kami bisa lebih memahami kondisi sosial hingga kebutuhan masyarakat di tempat-tempat yang kami kunjungi,” katanya.
Ia menegaskan, berbagai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan ini kami lakukan sesuai dengan tupoksi,” tegasnya.
Sementara itu, Plh Sekda Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi mengapresiasi kehadiran Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 di Tebing Tinggi Okura. Menurutnya, berbagai layanan dan bantuan yang diberikan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini adalah kegiatan yang cukup bermanfaat bagi masyarakat kami. Ekspedisi ini sangat inovatif dan menjadi inspirasi bagi kami di pemerintahan Kota Pekanbaru untuk terus menggalakkan dan mencontoh kegiatan-kegiatan yang menyentuh masyarakat seperti ini,” ujarnya.
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 merupakan program Polda Riau dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 1–17 Agustus 2026 dengan menyasar 17 desa di seluruh wilayah Provinsi Riau.
Sebanyak delapan tim gabungan personel kepolisian dan relawan mahasiswa diterjunkan dalam ekspedisi tersebut. Pergerakan tim diperkuat 45 kendaraan yang membawa berbagai paket bantuan untuk masyarakat.
Ekspedisi ini mengusung dua bentuk pengabdian, yakni kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Kepedulian terhadap masyarakat diwujudkan melalui bantuan sosial, pelayanan kesehatan, serta dukungan terhadap peningkatan UMKM lokal.
Sementara di bidang lingkungan, Polda Riau membawa misi restorasi mangrove di wilayah pesisir dan penanaman pohon di sejumlah daerah yang menjadi sasaran ekspedisi.
Dari Okura, perjalanan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 selanjutnya akan berlanjut menuju berbagai wilayah di Riau. Setiap titik yang disinggahi tidak hanya menjadi tempat penyaluran bantuan, tetapi juga ruang untuk mendengar langsung suara masyarakat.
Matahari mulai meninggi ketika rombongan bersiap meninggalkan Okura. Seorang nenek menggenggam paket sembako sembari menoleh kepada cucunya yang masih mengibarkan bendera kecil Merah Putih.
Tidak ada prasasti yang dibangun hari itu. Tidak ada gedung yang diresmikan.
Namun, bagi warga di tepian Sungai Siak, kehadiran rombongan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 menjadi pesan sederhana bahwa mereka tidak dilupakan.
Negara hadir, menyapa, mendengar, dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.(sr05)





