Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan didampingi Asisten III Setdaprov Riau M. Job Kurniawan, PJU Polda Riau, serta stakeholder terkait melepas tim Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 dari Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026).

PEKANBARU (serangkai.co) – Polda Riau resmi memulai Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 dengan melepas delapan tim yang akan menyambangi 17 desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Riau, Sabtu (1/8/2026).

Ekspedisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.

Pelepasan tim dilaksanakan dalam apel kesiapan di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026), dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau melalui Asisten III Setdaprov Riau M. Job Kurniawan.

Sebanyak delapan tim diterjunkan dengan dukungan 45 kendaraan operasional dan 81 relawan yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, serta unsur Pramuka. Selama pelaksanaan ekspedisi, mereka akan menjangkau 17 desa di kawasan 3T hingga puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Dalam amanat Kapolda yang dibacakan saat apel, Irjen Herry Heryawan menegaskan Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan implementasi arahan Presiden RI dan Kapolri agar negara hadir hingga ke wilayah terluar, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendengar aspirasi masyarakat serta memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan mereka.

Ia menjelaskan, bahwa program yang dilaksanakan ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir hingga titik terluar untuk menjangkau 17 desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai upaya memperkuat persatuan, menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Fokus kita bukan memberi label pada suatu wilayah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat,” jelas Kapolda.

Ekspedisi ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan”, ekspedisi akan diisi berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat, mulai dari penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan mesin ketinting bagi masyarakat pesisir, bantuan sepeda motor untuk Polsek di wilayah terluar, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga dialog bersama masyarakat.

Kapolda juga menginstruksikan seluruh personel untuk membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, nelayan, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat. 

Selain itu,  seluruh personel diminta melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi persoalan sehingga penyelesaian dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi konflik.

Menurutnya, pengabdian Polri juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup. Karena itu, konsep Green Policing menjadi salah satu fokus utama ekspedisi, terutama melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Riau yang terus menghadapi ancaman abrasi.

“Kalau mangrove terus mengalami abrasi, wilayah NKRI juga akan terus menyusut. Karena itu kita harus bersama-sama mendukung restorasi mangrove. Menjaga alam berarti menjaga keberlangsungan hidup generasi hari ini dan masa depan,” pesan Kapolda.

Sementara itu, Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan agar berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, selain membawa bantuan sosial dan pelayanan kesehatan, setiap tim juga akan menyerahkan mesin ketinting kepada masyarakat pesisir sesuai kebutuhan di lapangan, membagikan Bendera Merah Putih untuk membangkitkan semangat nasionalisme menjelang HUT RI, serta melakukan penanaman mangrove secara kolaboratif bersama masyarakat dan pemerintah daerah.

Ino menegaskan melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 ini, Polda Riau berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, semangat kebangsaan semakin tumbuh, kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat, serta gerakan pelestarian lingkungan, khususnya restorasi mangrove di sepanjang pesisir Riau, dapat terus berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan menuju daerah terluar, tetapi membawa misi kebangsaan, pelayanan, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran Polri,” ujar Kombes Ino.(sr05)