PENYAKIT Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami masyarakat, terutama bayi, balita, anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Penyakit ini dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas maupun bawah dengan gejala yang beragam, mulai dari ringan hingga berat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA, terutama saat perubahan cuaca, musim hujan, maupun ketika kualitas udara menurun akibat asap kebakaran hutan dan lahan atau polusi.

ISPA merupakan infeksi yang menyerang hidung, tenggorokan, saluran napas, hingga paru-paru. Sebagian besar kasus disebabkan oleh virus, namun tidak sedikit yang disebabkan oleh bakteri sehingga membutuhkan penanganan yang tepat.

Penyakit ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya, Infeksi virus seperti influenza, rhinovirus, coronavirus, dan virus lainnya. Kemudian, infeksi bakteri seperti Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae. Selanjutnya, paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif.

Leih jauh, ISPA disebabkan polusi udara dan asap kebakaran hutan, debu serta lingkungan yang kurang bersih. Juga, bisa akibat daya tahan tubuh yang menurun akibat kurang istirahat atau gizi yang tidak seimbang, dan kontak erat dengan penderita ISPA.

Gejala ISPA umumnya meliputi, batuk, pilek, hidung tersumbat, demam, sakit tenggorokan, bersin-bersin, sakit kepala, badan terasa lemas dan sesak napas pada kasus yang lebih berat.

Apabila muncul sesak napas berat, napas cepat, bibir membiru, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun, penderita harus segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, antara lain, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat sedang sakit atau berada di lingkungan berdebu maupun berasap, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, menghindari kebiasaan merokok serta paparan asap rokok, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan rumah dan sirkulasi udara, dan melengkapi imunisasi sesuai jadwal, terutama bagi bayi dan anak.

Sebagian besar ISPA ringan dapat sembuh dengan perawatan mandiri di rumah, seperti, memperbanyak minum air putih, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, mengonsumsi obat penurun demam sesuai anjuran tenaga kesehatan bila diperlukan, dan menghindari aktivitas berat hingga kondisi membaik.

Namun, apabila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, disertai sesak napas, demam tinggi, batuk berkepanjangan, atau kondisi penderita semakin lemah, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Penggunaan antibiotik hanya boleh berdasarkan resep dokter apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri.

Edukasi yang dilakukan oleh Kepala UPT Puskesmas Alai kepada siswa tentang PHBS belum lama ini. (Foto Istimewa)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan bahwa ISPA merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila masyarakat disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“ISPA memang sering dianggap sebagai penyakit ringan, tetapi apabila tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius, terutama pada balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari asap rokok, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang tidak kunjung membaik,” jelasnya.

Menurut Ade, upaya promotif dan preventif menjadi prioritas Dinas Kesehatan melalui edukasi kepada masyarakat, sekolah, serta fasilitas pelayanan kesehatan agar angka kejadian ISPA dapat ditekan.

Kabid Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Nurmadia Damar, menambahkan bahwa perubahan perilaku masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah penyebaran ISPA.

“Biasakan mencuci tangan, gunakan masker ketika sedang batuk atau pilek, jangan merokok di dalam rumah, dan pastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Langkah sederhana ini sangat efektif dalam mencegah penularan ISPA di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tambahnya.

Ia juga mengimbau agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, batuk berkepanjangan, sesak napas, atau kesulitan makan dan minum.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan ISPA sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.

Pesan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti: “Cegah ISPA dengan PHBS, hindari asap rokok, gunakan masker saat sakit, makan bergizi, dan segera berobat ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan”. (ADV)