PIHAK Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit malaria dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara konsisten. Upaya ini penting dilakukan mengingat malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki banyak rawa, hutan, dan daerah pesisir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan bahwa malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penyakit ini dapat dicegah apabila masyarakat memahami cara penularan dan menerapkan perilaku hidup bersih serta perlindungan diri dari gigitan nyamuk.
“Malaria bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Pencegahan sejak dini jauh lebih baik daripada mengobati. Karena itu kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan melindungi diri dari gigitan nyamuk,” ujar Ade Suhartian.
Menurutnya, gejala malaria umumnya ditandai dengan demam tinggi yang datang secara berkala, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot, lemas, mual, hingga muntah. Jika tidak segera ditangani, malaria dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan mengancam keselamatan jiwa.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam disertai riwayat berada di daerah yang berisiko terjadi penularan malaria. Pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin sangat penting agar penyakit tidak berkembang menjadi lebih berat.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Nurmadiah Damar, menekankan bahwa pencegahan malaria dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan setiap hari.
“Masyarakat dapat menggunakan kelambu saat tidur, memakai obat anti nyamuk, mengenakan pakaian berlengan panjang ketika beraktivitas pada malam hari, serta membersihkan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelas Nurmadiah Damar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan dengan mengurangi genangan air, membersihkan semak-semak di sekitar rumah, serta mendukung setiap kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang dilaksanakan di lingkungan masing-masing.
Selain itu, masyarakat yang bekerja di hutan, perkebunan, atau wilayah dengan risiko tinggi penularan malaria diimbau menggunakan pelindung diri dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala demam.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya malaria semakin meningkat sehingga angka penularan dapat ditekan.
Berikut hal-hal yang dilakukan untuk mengantisipasi Malaria;
- Tidur menggunakan kelambu, terutama di daerah rawan malaria.
- Gunakan obat anti nyamuk atau losion penolak nyamuk.
- Kenakan pakaian lengan panjang saat malam hari.
- Bersihkan lingkungan dan kurangi tempat perindukan nyamuk.
- Segera berobat ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam, menggigil, atau gejala malaria lainnya.
- Dukung upaya pencegahan malaria bersama pemerintah dan tenaga kesehatan.
Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus menekan penyebaran malaria dan mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, serta bebas dari penyakit menular. (ADV)






