Dinas Kesehatan kepulauan Meranti memerikan pendampingan sekaligus membagi-bagikan susu kepada anak dari masyarakat Kepulauan Meranti. (Foto: Istimewa)

DALAM upaya penanganan gizi buruk dan stunting, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti bersama UPT Puskesmas Alai melakukan pendampingan langsung dan setelahnya membagikan susu.

Dalam kegiatan tersebut, keluarga anak yang mengalami gizi buruk mendapatkan pendampingan langsung dari tenaga kesehatan. Selain pemantauan kondisi kesehatan dan status gizi, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa 24 kotak susu sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan nutrisi anak selama masa pemulihan.

Kepala UPT Puskesmas Tebingtinggi Barat, dr. Farid Moses, mengatakan pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan penanganan yang tepat hingga kondisi gizinya membaik.

“Pendampingan ini tidak berhenti pada pemberian bantuan saja, tetapi juga disertai pemantauan rutin terhadap tumbuh kembang anak, edukasi kepada orang tua mengenai pola makan bergizi, serta evaluasi kondisi kesehatan secara berkala. Kami ingin memastikan anak-anak yang mengalami gizi buruk maupun stunting dapat segera pulih dan tumbuh dengan optimal,” kata Moses.

Ia menjelaskan, keberhasilan penanganan gizi buruk dan stunting sangat bergantung pada keterlibatan orang tua dalam menerapkan pola asuh yang baik, pemberian makanan bergizi seimbang, serta kedisiplinan mengikuti arahan tenaga kesehatan.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Alai melakukan penimbangan kepada anak dalam rangka pendampingan program pencegahan stunting belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, menegaskan bahwa penanganan gizi buruk dan stunting menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Pendampingan yang dilakukan hari ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi. Bantuan susu yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka, namun yang lebih penting adalah pendampingan berkelanjutan agar kondisi anak terus membaik,” ungkap Ade.

Menurutnya, Dinas Kesehatan akan terus bersinergi dengan seluruh puskesmas, kader kesehatan, serta pemerintah desa untuk melakukan pemantauan terhadap anak-anak berisiko stunting maupun gizi buruk sejak dini.

“Melalui kolaborasi yang kuat, kami optimistis angka gizi buruk dan stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus ditekan. Pencegahan sejak dini, edukasi kepada keluarga, dan pendampingan yang berkesinambungan merupakan kunci utama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutupnya.

Ditegaskannya, kegiatan serupa juga dilaksanakan pemerintah daerah di seluruh wilayah kerja puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Meranti. Sehingga secara masif penanganan stunting bisa optimal dilaksanakan. (ADV)