
MERANTI (serangkai.co) – Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin meminta masyarakat untuk percaya terhadap data statistik, termasuk data penurunan angka kemiskinan dan stunting di daerah itu. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan arah pembangunan agar tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Muzamil saat membuka kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati, Kamis (7/5/2026).
“Di era digital saat ini, data menjadi tulang punggung pembangunan. Saya pribadi sangat percaya dengan data. Tanpa data yang baik, pembangunan akan berjalan tanpa arah,” ujar Muzamil.
Ia menilai, masih ada sebagian masyarakat yang meragukan validitas data yang dirilis pemerintah, termasuk terkait penurunan angka kemiskinan dan stunting. Karena itu, ia mengingatkan agar fakta di lapangan tidak dikalahkan oleh opini maupun ego pribadi.
“Kita harus sadar dan percaya terhadap data. Jangan sampai ego dan opini mengalahkan fakta di lapangan. Data yang baik akan mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Muzamil, pembangunan yang efektif harus dimulai dari data yang benar dan terukur. Ia mencontohkan penanganan stunting yang membutuhkan pemetaan persoalan secara detail sebelum menentukan kebijakan.
“Kalau kita ingin menurunkan angka stunting, kita harus tahu di mana titik masalahnya, apa penyebabnya, bagaimana kondisi lingkungannya. Tanpa data, kita seperti berlayar tanpa peta,” katanya.
Selain itu, Muzamil juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi digital yang kini telah menjangkau hingga pelosok desa.
“Persoalannya hari ini bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau berubah. Semua bisa dilakukan jika ada kemauan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kepulauan Meranti, Desi Ratnasari menjelaskan bahwa program Desa Cantik merupakan program pembinaan berkelanjutan dari BPS untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data statistik.
Menurutnya, desa diharapkan mampu menghasilkan data berkualitas yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan.
“Dengan data yang berkualitas, pembangunan desa dapat lebih optimal sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Riau, Prayudho Bagus Jatmiko yang mewakili Kepala BPS Provinsi Riau mengatakan, program Desa Cantik bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata membangun peradaban berbasis data.
“Semua data yang masuk ke desa nantinya dapat terintegrasi dalam satu sistem. Dengan begitu, pemerintah desa maupun pemerintah daerah dapat mengambil keputusan secara cepat, tepat dan berbasis data real time,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi pentingnya sensus ekonomi dan penguatan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung pembangunan berbasis data di Kabupaten Kepulauan Meranti. (sr01)





