Gubernur Kepri H. Ansar dan Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar berfoto bersama usai penandatanganan perjanjian kerjasama antar dua daerah, di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Jumat (8/5/2026). (Foto Pemkab Meranti for Serangkai.co)

TANJUNGPINANG (serangkai.co) — Kabupaten Kepulauan Meranti berpeluang menjadi salah satu penopang utama kebutuhan industri kelapa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menyusul kerja sama strategis yang diteken antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Pemerintah Provinsi Kepri di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Jumat (8/5/2026).

Peluang tersebut mencuat setelah Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, mengungkapkan bahwa industri hilir kelapa di Kepri saat ini membutuhkan sekitar 200 ribu butir kelapa per hari, sementara pasokan yang tersedia baru mencapai sekitar 100 ribu butir.

Menurut Ansar, potensi perkebunan kelapa yang dimiliki Kepulauan Meranti dinilai mampu menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri tersebut.

“Ini menjadi peluang besar bagi petani kelapa Meranti. Pasokan ke industri dalam negeri tentu akan memberikan nilai ekonomi lebih baik dan meningkatkan daya saing dibanding hanya diekspor mentah,” ujar Ansar Ahmad.

Kerja sama yang ditandatangani bersama Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, itu mencakup sejumlah sektor strategis seperti perhubungan, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), hingga kesehatan. Namun sektor perkebunan, khususnya hilirisasi kelapa dan sagu, menjadi salah satu fokus penting dalam pembahasan kedua daerah.

Bupati Asmar mengatakan Kepulauan Meranti memiliki potensi besar di sektor perkebunan, terutama komoditas sagu, kelapa, dan kopi, yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Ia berharap kolaborasi lintas daerah tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam optimalisasi potensi masing-masing daerah, baik di bidang sumber daya manusia, sumber daya alam, teknologi, hingga sektor perkebunan,” kata Asmar.

Selain penguatan sektor perkebunan, Pemprov Kepri juga berencana mendorong pengoperasian jalur RoRo Meranti–Kepri guna memperkuat konektivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

Ansar menilai, posisi geografis Kepri dan Kepulauan Meranti yang sama-sama berada di kawasan strategis Selat Malaka menjadi modal penting dalam membangun kerja sama ekonomi antardaerah.

“Potensi besar ini sayang jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Karena itu dibutuhkan kerja sama antardaerah hingga pemerintah pusat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan bersama,” ujarnya. (sr01)