MPLS Jadi Momentum Emas, Puskesmas Bandul Tanamkan Budaya Hidup Bersih dan Sehat kepada Generasi Muda.

HARI pertama masuk sekolah bukan hanya tentang mengenal guru, teman, dan lingkungan belajar. Lebih dari itu, momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga menjadi waktu yang tepat untuk membangun karakter peserta didik, termasuk membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.

Semangat tersebut diwujudkan UPT Puskesmas Bandul melalui kegiatan penyuluhan PHBS kepada peserta didik baru di SMP Negeri 1 Bandul, Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang dipandu oleh Yesi Susanti, A.Md.KG selaku pelaksana program bersama Dina Gustriyana, S.K.M, tenaga promosi kesehatan UPT Puskesmas Bandul, berlangsung interaktif dengan melibatkan para siswa dalam diskusi dan praktik sederhana mengenai kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya mencuci tangan memakai sabun, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah, memilih makanan yang sehat dan bergizi, menjaga kesehatan gigi dan mulut, hingga membiasakan pola hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, bahkan aktif mengajukan pertanyaan mengenai kebiasaan sehat yang perlu diterapkan selama berada di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif yang terus dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui seluruh puskesmas di wilayah kerja masing-masing. Harapannya, kebiasaan hidup sehat tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi benar-benar diterapkan oleh peserta didik dalam aktivitas sehari-hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, SH, MM, mengatakan bahwa sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan budaya hidup bersih dan sehat kepada generasi muda.

“MPLS merupakan momentum yang sangat baik untuk membentuk karakter peserta didik, termasuk membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sejak hari pertama mereka berada di lingkungan sekolah. Kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kesehatan lingkungan akan memberikan dampak besar terhadap kualitas kesehatan anak di masa depan,” ujarnya.

Menurut Ade Suhartian, pendidikan kesehatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan terus mendorong puskesmas agar aktif melaksanakan kegiatan promotif dan preventif di seluruh satuan pendidikan.

“Kami berharap sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Apabila budaya hidup sehat telah tertanam sejak usia sekolah, maka kita tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman, tetapi juga mempersiapkan generasi Kepulauan Meranti yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa mendatang,” katanya.

Melalui penyuluhan PHBS yang dikemas dalam suasana MPLS, UPT Puskesmas Bandul berharap para siswa baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga membawa pulang kebiasaan-kebiasaan sehat yang dapat diterapkan bersama keluarga. Dengan demikian, sekolah menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. (ADV)