
MERANTI (serangkai.co) – Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) masih terus dicetak oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepulauan Meranti. Pekan ini ditargetkan selesai. Sehingga, pekan depan, seluruh wajib pajak (WP) sudah bisa melakukan pembayaran.
Kepala Bapenda, Agusyanto Bakar didampingi Sekretarisnya, Susanti, yang ditemui, Rabu (15/4/2026) mengungkapkan bahwa tim nya sudah 10 hari melakukan pencetakan SPPT PBB-P2.
“Jumlah WP PBB P2 Meranti sebanyak 51 ribu lebih. Saat ini proses pencetakan SPPT nya sudah berjalan selama 10 hari. Dua hari lagi kita targetkan selesai. Sehingga, paling lama pekan depan sudah bisa kita distribusikan ke masyarakat melalui seluruh camat dan seluruh kades/lurah,” ungkapnya.
Agusyanto mengharapkan setelah SPPT PBB-P2 didistribusikan ke masyarakat dan WP, bisa segera melakukan pembayaran. Agar kontribusi nyata masyarakat membantu proses pembangunan daerah melalui partisipasi pajak bisa terwujud.
“Dengan melakukan pembayaran pajak, masyarakat telah berkontribusi untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di seluruh wilayah Kepulauan Meranti. Oleh karena itu segera lakukan pembayaran setelah SPPT diterima nantinya,” ajak Agusyanto.
Ditambahkan Kabid Pendataan, Pendaftaran, Pengawasan dan Pelaporan, Rinaldi batas akhir pembayaran PBB-P2 yakni 30 September 2026. Jika terlambat, maka akan dikenakan denda.
“Kita berharap, masyarakat bisa melunasi PBB-P2 sebelum 30 September. Agar tidak didenda,” harapnya.
Lebih jauh, Rinaldi mengatakan bahwa pembayaran bisa dilakukan secara langsung dengan mendatangi loket pembayaran di Kantor Bapenda atau melalui Kantor BRK Syariah. Selain itu juga bisa melalui berbagai aplikasi pembayaran digital.
Secara terpisah, Kabid Pengembangan Kebijakan dan Sistem Informasi, Rio Hilmi menyebutkan target penerimaan daerah dari PBB-P2 pada tahun ini (2026) sebesar Rp4 miliar. Sementara, pada tahun lalu hanya tercapai Rp3,382 miliar.
“Jika melihat potensi yang ada, seharusnya target Rp4 miliar bisa tercapai. Sehingga ada peningkatan pendapatan dari PBB-P2,” tambah Rio. (sr03)





