
MERANTI (serangkai.co) – Dengan keterbatasan anggaran daerah akibat pemotongan oleh pusat, membuat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti putar otak untuk mendistribusikan berbagai kebutuhan keuangan di daerah. Terutama kebutuhan rutin.
Selain gaji dan tambahan penghasilan pegawai, yang menjadi kebutuhan rutin lainnya yakni Alokasi Dana Desa (ADD). Dimana 96 desa di Meranti membutuhkan penyaluran ADD untuk memenuhi kebutuhan di seluruh desa.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Fajar Triasmoko mengatakan, penyaluran ADD kepada 96 desa dilakukan setiap bulan. Padahal pada masa lalu penyaluran ADD dilakukan setiap tiga bulan sekali (tri wulan).
“Saat ini, penyaluran ADD, kita lakukan setiap bulan. Selain karena keterbatasan anggaran yang masuk dari pusat, juga untuk memudahkan kontrol,” ungkap Kepala BPKAD, Fajar Triasmoko ditemui, Rabu (15/4/2026).
Ditegaskannya bahwa ADD 96 sudah dibayarkan sebanyak dua bulan, yakni Januari dan Februari. Sementara untuk kebutuhan Maret akan segera kita bayarkan segera.
“Untuk penyaluran Maret segera kita salurkan dalam waktu dekat,. Jadi seluruh kades harap bersabar” ujarnya.
Dirincikannya, kebutuhan penyaluran ADD bagi 96 desa di Meranti setiap bulannya sebesar Rp5,6 miliar. Ia berharap seluruh desa bisa memaklumi jika terjadi keterlambatan penyaluran. Sebab keadaanlah yang membuat kondisi seperti itu, bukan faktor kesengajaan.
“Kami berharap seluruh kades di Meranti bisa memaklumi kondisi keuangan daerah. Jadi, jika ada keterlambatan penyaluran, berarti kondisi kas daerah sedang kosong,” ungkap Fajar. (sr03)





