Tim Basarnas berhasil menemukan korban terseret arus parit di Perumahan Sidomulyo, Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026) (foto Basarnas for serangkai.co)

PEKANBARU (serangkai.co) – Pria yang sebelumnya dilaporkan terbawa arus parit di Perumahan Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan, Kota Pekanbaru, akhirnya ditemukan Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 11.39 Wib. Ia ditemukan oleh Tim SAR sudah tidak bernyawa.

Korban yang sempat tidak diketahui identitasnya tersebut, kemudian diketahui bernama Aryadi Garsidi (35), warga Jalan Sungai Hitam Nomor 64.

“Korban diketahui bernama Aryadi Garsidi dan ditemukan sekitar 1,38 kilometer dari lokasi kejadian,” kata Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, yang turun langsung meninjau proses pencarian.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Budi menjelaskan, peristiwa bermula saat korban melintas di parit Perumahan Sidomulyo yang sedang meluap.

Akibat derasnya arus, korban terseret pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 23.53 Wib.

“Masyarakat yang melihat kejadian sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tidak berhasil karena derasnya arus air,” kata Budi.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban diketahui mengendarai sepeda motor saat melintasi parit yang meluap sebelum akhirnya terseret arus.

Informasi insiden yang dialami korban dilaporkan Riski dari BPBD Kota Pekanbaru pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 03.49 Wib.

Tim SAR kemudian diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan jarak sekitar 5 kilometer dan tiba pada pukul 04.29 Wib. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan pencarian serta penyisiran di sepanjang parit.

Korban akhirnya ditemukan sejauh lebih 1,38 kilometer dari lokasi awal dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke instansi masing-masing,” tutup Budi.

Riski personel BPBD Kota Pekanbaru mengatakan pihaknya meminta bantuan pencarian tim SAR Pekanbaru, menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Kita dari TRC BPBD Pekanbaru awalnya dapat info dari masyarakat melalui laporan 112,” sebut Riski. (sr03)