Tim SAR terus melakukan pencarian Nasri, penumpang Dumai Line 1 yang melompat ke laut, Jum’at (10/4/2026). (foto Basarnas for serangkai.co)

MERANTI (serangkai.co) – Operasi SAR (Search and Rescue) terhadap seorang penumpang Kapal Fery Dumai Line 1 yang dilaporkan melompat ke laut masih terus dilakukan. Hingga pencarian tengah hari, Sabtu (11/4/2026) Tim SAR dibantu masyarakat tempatan masih belum berhasil menemukan korban.

Sebelumnya, Jum’at (10/4/2026), Nasri (32), warga Jalan Ismail Saleh, RT 006/RW002, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebingtinggi Timur dilaporkan melompat dari MV Dumai Line 1 di perairan depan Desa Repan, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Nasri yang disebutkan mengalami gangguan mental itu diduga melompat ke laut dari posisi buritan kapal.

Kejadian berawal ketika Nasri didampingi ayahnya, Gani berencana pulang dari berobat di RS Siak. Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Buton, Siak, mereka menaiki MV Dumai Line 1 dan berencana turun di Pelabuhan Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang.

Didalam perjalanan, tepatnya sekitar pukul 14.30 Wib di depan perairan Repan, korban tiba_tiba berjalan ke arah buritan. Tidak lama kemudian, langsung melompat ke laut.

Begitu mendapat laporan ada penumpang yang melompat ke laut, Crew MV Dumai Line 1 melakukan pencarian dengan mengelilingi perairan repan dan sekitarnya. Setelah lebih kurang 30 menit memutar dan belum berhasil menemukan si korban, pencarian dilanjutkan oleh Bakri, agen Dumai Ekspres yang berada di Desa Repan.

Dibantu oleh kapal pompong warga sekitar pencarian terus dilakukan. Sementara, MV Dumai Line 1 langsung melanjutkan pelayaran mengantar penumpang lainnya ke Tanjung Samak, Tanjung Balai Karimun, hingga berakhir di Batam.

Setelah mendapatkan laporan adanya penumpang kapal yang melompat ke laut tersebut, sekitar pukul 16.40 Wib Unit Siaga Badan SAR Nasional (Basarnas) Kepulauan Meranti bersama TNI dan Polisi langsung menuju ke lokasi yang diduga tempat Nasri terjatuh. Mereka bergabung melakukan pencarian bersama masyarakat sekitar.

“Saat pertama mendapatkan laporan, sebanyak 7 orang tim SAR langsung menuju lokasi kejadian dan langsung membantu pencarian. Sekitar pukul 18.30 Wib, pencarian kita hentikan sementara. Karena pencarian di malam hari cukup riskan,” kata Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie, Sabtu (11/4/2026).

Sabtu (11/4/2026) pagi, pencarian dilanjutkan Kembali. Hingga tengah hari, korban masih belum juga ditemukan.

“Kita akan terus berusaha melakukan pencarian. Dibantu kepolisian, TNI dan masyarakat setempat,” ungkap Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie, Sabtu (11/4/2026).  

Prima juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang terlibat dalam operasi SAR dapat tetap memperhatikan keselamatan. “Mudah-mudahan segera ditemukan dan masyarakat yang terlibat diminta untuk tetap memperhatikan keselamatan,” ucapnya. (sr03)