
MERANTI (serangkai.co) – Dalam pendataan dan pencatatan di Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah (h-6 sampai h-1/ 15 – 20 Maret 2026), jumlah orang yang masuk ke Meranti sebanyak 54.850. Sementara, saat arus balek yang bertepatan dengan cheng beng (sembahyang kubur) mulai dari 22 Maret hingga 4 April 2026 (h+1 – h+15) jumlah orang yang keluar dari Meranti hanya 51.675.
Artinya, dari pencatatan rentang waktu tertentu, ada sebanyak 3.175 orang bertambah di Meranti.
Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Ade Kurniawan menyebutkan saat arus mudik jumlah penumpang dari dalam negeri yang masuk ke Meranti sebanyak 50.425 orang atau 93 persen, sementara dari luar negeri 3.265 atau sekitar 7 persen.
“Saat arus mudik jumlah rata-rata penumpang yang masuk sekitar 2000 hingga 3000-an orang setiap harinya. Kedatangan tertinggi dari Tanjung Buton, Siak. Kemudian kedua tertinggi kedatangan dari Tanjung Balai Karimun, Kepri,” rincinya saat ditemui, Rabu (22/4/2026.
Sepentara itu, pada arus balek, h+1 hingga h+15, keberangkatan penumpang tertinggi juga ke Tanjung Buton dan setelahnya tujuan Tanjung balai Karimun. Kenapa arus balek terjadi 15 hari, karena saat arus balek, juga terjadi lonjakan kedatangan dari masyarakat tiong hoa yang akan melaksanakan cheng beng (sembahyang kubur) di Selatpanjang. Dimana kepadatan di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang sebagai pintu utama masuk ke Meranti terjadi saat kedatangan dan keberangatan penumpang.
“Dari pantauan kita h+1 pada 21 maret mulai terjadi arus balek. Tetapi, tetap terjadi lonjakan penumpang kedatangan dengan jumlah per hari 2000-an sampai h+9 atau 30 Maret 2026. Mereka didominasi masyarakat tiong hoa yang akan melaksanakan cheng beng. Jadi saat arus balek lebaran Idul Fitri menyusul kedatangan cheng beng. Sehingga usai lebaran, pelabuhan Tanjung Harapan mengalami kepadatan selama 15 hari tanpa henti. Bahkan kepadatan terjadi di pintu keberangkatan, maupun kedatangan secara bersamaan,” terang Ade.
Sehingga, jika dibandingkan tahun 2025 lalu, jumlah penumpang tahun ini (2026) terjadi kenaikan jumlah kedatangan 7,23 persen. Sementara, yang berangkat naik 3,47 persen. “Total kenaikan dari turun naik penumpang di pelabuhan Tanjung harapan sekitar 5,36 persen,” ujarnya.
Pencatatan tersebut sudah meliputi dari penghitungan di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Pelabuhan rool of roll on (roro) di Insit dan Pelabuhan Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang. (sr03)





