
MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya dimanfaatkan untuk memperkenalkan lingkungan belajar kepada peserta didik baru, tetapi juga menjadi momentum menanamkan kesadaran hidup sehat sejak usia dini.
Melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Barat, UPT Puskesmas Alai memberikan pembekalan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta sosialisasi tentang penyakit menular beserta langkah-langkah pencegahannya.
Edukasi tersebut menyasar peserta didik mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan dengan benar, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan sanitasi, hingga mengenali berbagai penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis (TBC), dan penyakit menular lainnya.
Kepala UPT Puskesmas Alai, dr. Farid Moses, mengatakan pembiasaan hidup sehat harus dimulai sejak dini agar menjadi karakter yang melekat pada anak hingga dewasa.
“Melalui kegiatan MPLS ini kami ingin menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada para siswa sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah. Harapannya, mereka tidak hanya menerapkan PHBS di sekolah, tetapi juga di rumah dengan mengajak orang tua, saudara, dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal untuk bersama-sama menjalankan pola hidup sehat. Dengan begitu, berbagai penyakit, khususnya penyakit menular seperti DBD, TBC, dan lainnya dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk membangun budaya hidup sehat karena peserta didik dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, memberikan apresiasi atas komitmen seluruh jajaran Puskesmas Alai yang terus aktif melaksanakan edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, pembentukan perilaku hidup sehat sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Kami terus mendorong seluruh puskesmas agar memanfaatkan momentum MPLS sebagai sarana edukasi kesehatan. Anak-anak adalah generasi penerus yang harus dibekali pengetahuan mengenai PHBS dan pencegahan penyakit menular sejak dini. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, kita optimistis angka penyakit yang dapat dicegah akan terus menurun di Kabupaten Kepulauan Meranti,” kata Ade Suhartian.
Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus Anggota Komisi III, Dr. M. Taufikurrahman. Ia menilai program edukasi kesehatan di sekolah merupakan langkah yang sangat positif dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Kami di DPRD tentu mendukung penuh kegiatan promotif dan preventif seperti ini. Edukasi kepada anak-anak sekolah merupakan investasi kesehatan yang sangat penting karena mereka akan menjadi penyambung informasi kepada keluarga dan lingkungannya. Sinergi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, sekolah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan penyakit dapat berjalan lebih efektif,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik mampu memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi pelopor perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. (ADV)





